Gubernur Banten Andra Soni fokus pada delapan program pembangunan, mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan.
Aktual Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur A. Dimyati Natakusumah menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan di berbagai sektor prioritas.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, keduanya berfokus pada peningkatan pendidikan, infrastruktur, kesehatan, ekonomi, serta tata kelola pemerintahan.
Andra Soni menegaskan arah pemerintahannya berlandaskan pelayanan publik yang adil, transparan, dan bebas korupsi. Ia juga menekankan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Prinsip pembangunan harus berkelanjutan dan inklusif,” ujar Andra saat meresmikan RSUD Irsyad Djuwaeli di Pandeglang, Mei 2025 lalu.
Program Prioritas, 8 Agenda Pembangunan Banten
Pemerintah Provinsi Banten memiliki delapan program utama, yaitu Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani.
1. Banten Bagus: Infrastruktur dan Konektivitas
Melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pemprov Banten membangun jalan desa sepanjang 12 kilometer di delapan titik. Program ini memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan.
Pemerintah juga membangun Jalan Usaha Tani (JUT) di empat daerah lumbung pangan, seperti Serang dan Lebak. Selain itu, renovasi 250 rumah tidak layak huni (RTLH) ditargetkan selesai pada 2025.
2. Banten Sehat: Akses Kesehatan Merata
Andra Soni memperkuat fasilitas kesehatan melalui operasional RSUD Uwes Qorny Cilograng dan RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan.
Pemprov juga meluncurkan program BEBASAKIT (Banten Bebas Penyakit) yang fokus pada skrining TBC dan layanan kesehatan gratis di puskesmas.
Untuk warga Banten yang berobat di Jakarta, pemerintah menyiapkan rumah singgah di kantor Badan Penghubung Banten.
3. Banten Cerdas: Pendidikan Gratis dan Inklusif
Program Sekolah Gratis untuk SMA/SMK dan SLB swasta dimulai tahun ajaran 2025/2026.
Siswa menerima bantuan Rp150.000–Rp250.000 per bulan yang langsung ditransfer ke rekening mereka. Sebanyak 811 sekolah swasta telah bergabung dalam program ini.
Selain itu, Pemprov juga menjalankan Sekolah Rakyat (SR) di Serpong dan Rangkasbitung untuk meningkatkan akses pendidikan.
4. Banten Kuat: Ekonomi dan UMKM
Pemprov menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penguatan UMKM dan pembentukan zona ekonomi baru. Setiap desa menerima bantuan keuangan Rp100 juta untuk mendukung kegiatan ekonomi dan koperasi.
Hingga kini, 150 koperasi Merah Putih telah resmi berdiri di desa dan kelurahan se-Banten.
5. Banten Indah: Pariwisata dan Pengendalian Banjir
Andra Soni mengembangkan potensi wisata alam dan buatan, termasuk optimalisasi Taman Hutan Raya (Tahura) sebagai destinasi unggulan.
Pemerintah juga membentuk Tim Pengendalian Banjir Tangerang Raya untuk menekan risiko banjir lintas daerah.
6. Banten Makmur: Ketahanan Pangan
Banten menargetkan produksi padi 2,75 juta ton GKG pada 2025, dengan surplus beras 242 ribu ton. Pemprov mengoptimalkan lahan pertanian melalui pembangunan JUT dan pengelolaan aset daerah.
7. Banten Ramah: Investasi dan Lapangan Kerja
Investasi triwulan pertama 2025 mencapai Rp31,1 triliun, menempatkan Banten di posisi lima besar nasional. Andra menegaskan, iklim investasi yang sehat harus disertai reformasi birokrasi dan pemberantasan premanisme.
Pemprov juga mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak tenaga kerja profesional dan calon pekerja migran.
8. Banten Melayani: Pemerintahan Bersih dan Efisien
Andra menekankan birokrasi harus melayani rakyat, bukan dilayani. Pemprov Banten meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesembilan kalinya. Pemerintah juga memperkuat pengawasan internal melalui kerja sama dengan KPK, BPK, dan BPKP.
Sinergi Nasional
Seluruh program Pemprov Banten selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Empat lokasi disiapkan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), antara lain di Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang Selatan.
Melalui delapan program prioritas, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah menegaskan komitmen menjadikan Banten maju, adil, dan bebas korupsi.
“Kami hadir untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya,” tegas Andra.









Leave a Reply