Benyamin Davnie Janjikan Air Bersih bagi Warga TPA Cipeucang

Adi Subchan - 04 November 2025

KLH memastikan TPA Cipeucang ditutup permanen Juni 2026. Pemkot Tangsel siapkan teknologi sanitary landfill dan PSEL. (Foto: tirto.id/Ilustrasi)
KLH memastikan TPA Cipeucang ditutup permanen Juni 2026. Pemkot Tangsel siapkan teknologi sanitary landfill dan PSEL. (Foto: tirto.id/Ilustrasi)

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyiapkan jaringan air bersih tahun 2026 bagi warga sekitar TPA Cipeucang yang terdampak pencemaran sampah.

Aktual Tangerang – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie berjanji menyiapkan jaringan air bersih untuk warga sekitar TPA Cipeucang.

Warga di kawasan tersebut mengalami krisis air akibat pencemaran dari tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.

Benyamin menyebut telah meminta Dinas Cipta Karya menyiapkan fasilitas air bersih mulai tahun 2026.

“Tahun depan, saya minta pembangunan jaringan perpipaan air bersih di sekitar Cipeucang,” ujarnya di Balai Kota Tangsel, Senin (3/11/2025).

Ia menambahkan, program tersebut melibatkan Perseroda PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS).

“Nanti dihitung panjang pipanya dan dicari sumber airnya, bisa dari tanah atau PDAM PITS,” kata Benyamin.

Baca Juga :  Proyek PSEL Tangsel Batal, Warga TPA Cipeucang Terbiasa Dibohongin Pemerintah

Menurutnya, banyak warga kini membeli air galon untuk kebutuhan harian. “Karena itu, kami fasilitasi agar warga tak perlu beli air galon lagi,” jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas pencemaran lingkungan, Pemkot Tangsel memberi kompensasi kepada warga terdampak.

“Sementara ini besarannya Rp250 ribu per tahun, sudah dianggarkan di DLH,” ungkap Benyamin.

Ia menjelaskan, nilai kompensasi ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara warga dan pemerintah daerah.

“Nominal itu hasil negosiasi, disesuaikan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Kondisi TPA Cipeucang saat ini dinilai mengkhawatirkan. Gunungan sampah mencapai sekitar 10 meter dan sebagian mendekati permukiman warga.

Baca Juga :  Peremajaan Truk Sampah Tangsel Sedot Anggaran Rp12 Miliar

Air lindi berwarna hitam pekat juga mencemari sumur warga sekitar. Akibatnya, warga harus membeli air bersih setiap hari untuk kebutuhan minum dan memasak.

Agus (50), warga sekitar TPA Cipeucang, mengaku membeli empat galon air setiap hari selama tujuh bulan terakhir.

“Sumur kami sudah tidak bisa dipakai, airnya bau,” keluh Agus.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini