Empat orang menjadi korban penculikan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, setelah terlibat transaksi jual beli mobil Alphard. Polisi tetapkan 9 tersangka.
Aktual Tangerang – Kasus penculikan terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel), dipicu jual beli mobil Alphard yang berujung konflik antar dua pihak.
Sepasang suami istri, I dan DJ, menjadi korban bersama dua rekan mereka, NA dan AAM. Keempat korban diculik dan disekap di sebuah rumah di kawasan Pondok Aren, Tangsel.
Kanit III Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Kadek Dwi, menjelaskan awal mula insiden tersebut. Kata dia, MAM dan NN terlibat dalam transaksi overkredit mobil Alphard seharga sekitar Rp400 juta.
“NN membayar uang muka Rp75 juta dari total harga yang disepakati,” ujar Kadek, Sabtu (18/10/2025).
Namun, NN menjual kembali mobil tersebut kepada I tanpa sepengetahuan MAM. Merasa dirugikan, MAM menculik NN dan menyekapnya selama tiga minggu untuk menanyakan keberadaan mobil.
Dalam penyekapan itu, NN mengaku mobil telah dijual dan menawarkan agar I membelinya. “I setuju, lalu mentransfer Rp49 juta ke NN sebagai pembayaran awal,” kata Kadek.
Meski pembayaran telah dilakukan, NN tetap mengajak I bertemu di angkringan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat pertemuan, I datang bersama DJ, NA, dan AAM, yang kemudian langsung diculik oleh kelompok NN.
Para korban dibawa ke rumah milik MA di Pondok Aren yang sebelumnya dipinjam oleh MAM.
“Rumah itu disediakan MA atas permintaan MAM,” jelas Kadek.
MA mengaku kepada penyidik tidak mengetahui rumahnya akan digunakan untuk aksi penculikan. Ia hanya mengizinkan rumah dipakai karena MAM adalah rekan bisnisnya.
Tersangka Gunakan Jasa Oknum TNI AL
MAM juga menyewa dua anggota TNI AL untuk mengamankan lokasi penyekapan para korban.
“Keduanya dibayar Rp20 juta untuk pengamanan selama dua minggu,” ungkap Kadek.
Penyidik masih menyelidiki dugaan kepemilikan senjata airsoft gun di tempat kejadian. Polisi juga berkoordinasi dengan Polisi Militer TNI AL terkait keterlibatan oknum anggota tersebut.
Korban Disiksa Secara Brutal
Korban I mengaku mengalami kekerasan fisik selama penyekapan oleh para pelaku. Ia dipukul dengan slang, kabel, gantungan baju, bahkan disundut rokok di tubuhnya.
“Kaki, paha, muka, dan kepala saya luka. Bibir dan kepala juga benjol,” kata I kepada penyidik.
Polisi telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus penculikan ini, termasuk MAM dan NN. Tersangka lainnya yaitu VS, HJE, S, APN, Z, I, dan MA.
Mereka dijerat pasal penculikan, penyekapan, dan penganiayaan berat sesuai hukum yang berlaku.









Leave a Reply