Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Gol Zidane Iqbal pupuskan peluang Garuda.
Aktual Tangerang – Timnas Indonesia harus mengubur impian tampil di Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Irak.
Pertandingan Grup B Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia digelar di Stadion King Abdullah, Jeddah, Sabtu (11/10). Gol tunggal Zidane Iqbal pada menit ke-76 menentukan kemenangan Irak atas Indonesia.
Skuad Garuda bermain lebih baik dibanding laga sebelumnya saat kalah 2-3 dari Arab Saudi. Permainan Indonesia lebih terorganisasi dan menciptakan beberapa peluang di babak pertama.
Peluang emas datang dari Mauro Zijlstra yang menerima umpan Thom Haye pada menit ke-14. Namun, lini belakang Irak mampu menggagalkan peluang tersebut dengan sigap.
Di babak kedua, Irak memasukkan sejumlah pemain pengganti untuk meningkatkan serangan. Gol akhirnya tercipta melalui sepakan jarak jauh Zidane Iqbal yang tak terbendung.
Timnas Indonesia mencoba menyamakan skor dengan memasukkan Ole Romeny, namun gagal mencetak gol.
Hingga peluit akhir, skor tetap 0-1 dan Indonesia dipastikan gagal lolos ke fase berikutnya.

Kapten Jay Idzes menyatakan seluruh tim bertanggung jawab atas kegagalan ini. “Kami menyalahkan diri sendiri. Kami punya peluang tapi gagal memanfaatkannya,” kata Jay Idzes seusai laga.
Menurutnya, Timnas Indonesia sudah bermain baik meski tidak mencetak gol.
Ia juga menyoroti sejumlah keputusan wasit asal Tiongkok, Ning Ma, yang dianggap merugikan. “Sulit, karena saya mencoba bersikap hormat pada wasit dan semua pihak,” lanjutnya.
Jay mengaku kecewa saat ingin membantu wasit, namun ditolak oleh ofisial pertandingan.
“Saya selalu berusaha menjauhkan pemain dari wasit. Saya hormat, tapi kecewa,” katanya.
Wasit Ning Ma mencabut enam kartu kuning untuk pemain Indonesia sepanjang pertandingan. Sementara Irak hanya mendapat dua kartu kuning, keduanya untuk Zaid Tahseen yang akhirnya dikartu merah.
Pelanggaran keras Zaid Tahseen terhadap Ole Romeny di menit ke-68 hanya berbuah kartu kuning. Padahal, Romeny punya peluang berhadapan satu lawan satu dengan kiper andai tidak dilanggar.
Jay Idzes mengakui sulit menerima keputusan, tapi tetap menekankan pentingnya rasa hormat.
“Dalam laga penting seperti ini, semua orang emosional dan ingin menang,” kata Idzes.
Meski kecewa, Jay menyatakan bangga dengan semangat dan perjuangan tim hingga akhir laga.











Leave a Reply