Guru dan kepala sekolah di Pandeglang ketahuan karaoke saat jam sekolah, gunakan smart TV bantuan Presiden Prabowo.
Aktual Tangerang – Aksi dua oknum pendidik di SDN 2 Ciodeng, Kabupaten Pandeglang, Banten, mencoreng dunia pendidikan.
Kepala Sekolah dan guru tersebut kedapatan karaoke saat jam belajar mengajar berlangsung. Mereka bernyanyi menggunakan smart TV bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk sekolah-sekolah di Indonesia.
Aksi karaoke itu dilakukan di ruang kelas dan terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Keduanya juga terlihat saling bergandengan tangan dan berpelukan seperti dalam adegan video klip lagu India.
Belum diketahui apakah guru dan kepala sekolah itu merupakan pasangan suami istri. Namun, aksi mereka tetap dinilai tidak pantas dilakukan saat jam sekolah.
Smart TV yang digunakan merupakan fasilitas pemerintah untuk mendukung pembelajaran digital.
Tujuan program ini adalah memperluas akses pendidikan, terutama di daerah terpencil seperti Pandeglang.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang, sebanyak 148 SD telah menerima smart TV. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan nasional yang digagas Presiden Prabowo.
Secara nasional, program ini menyalurkan 330 ribu unit smart board dan smart TV ke sekolah-sekolah.
Namun, penggunaan alat itu di SDN 2 Ciodeng justru menjadi kontroversi karena disalahgunakan untuk hiburan pribadi.
Video aksi karaoke ini pertama kali diunggah akun Instagram @nasutionbooks.id dan langsung mendapat perhatian publik. Lokasi Sekolah Dekat Rumah Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi.
Fakta lain yang mencuat, SDN 2 Ciodeng berada satu desa dengan kediaman Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi.
Kedekatan lokasi tersebut memunculkan sorotan publik karena dinilai mencoreng nama baik wakil bupati.
Kehadiran pejabat di sekitar sekolah tidak serta merta membuat pendidik lebih disiplin dalam menjalankan tugas.
Sekretaris Disdikpora Pandeglang, Nono Suparno, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media. “Iya benar, sudah ditangani bidang terkait secara internal,” kata Nono, Senin (29/9/2025).
Namun ia mengaku belum mengetahui progres atau hasil dari penanganan kasus tersebut. “Silakan tanya ke Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (BPK),” katanya.
Upaya menghubungi Kepala Bidang BPK telah dilakukan, namun belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.








Leave a Reply