Anggaran medical check up DPRD Tangsel 2025 capai Rp224 juta. Tiap anggota dewan dapat fasilitas senilai Rp4,4 juta.
Aktual Tangerang – Pemeriksaan kesehatan anggota DPRD Tangerang Selatan tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp224 juta.
Informasi ini tercantum dalam dokumen Prioritas Pagu Anggaran Sementara (PPAS) 2025 halaman 264 di situs resmi Pemkot Tangsel.
Medical check up masuk dalam program Layanan Keuangan dan Kesejahteraan DPRD dengan total anggaran Rp46,67 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp224.416.500 dialokasikan khusus untuk medical check up 50 anggota DPRD Tangsel.
Artinya, tiap anggota dewan akan menerima fasilitas pemeriksaan kesehatan senilai Rp4.488.330.
Selain pemeriksaan kesehatan, anggaran juga mencakup penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD sebesar Rp46,05 miliar.
Ada pula alokasi untuk pakaian dinas dan atribut DPRD senilai Rp393,5 juta.
Kenaikan anggaran DPRD Tangsel ini mendapat sorotan dan perhatian dari masyarakat.
Beberapa pihak menilai perlu transparansi dan pengawasan terhadap belanja publik agar sesuai kebutuhan mendesak.
Gaji Anggota DPRD Tangsel
Artis Leony Vitria Hartanti kembali menyoroti anggaran Pemkot Tangsel. Kali ini yang berhubungan dengan gaji anggota DPRD Tangsel.
Dalam unggahan terbarunya, Leony menyoroti gaji anggota dewan yang mencapai Rp46 miliar per tahun.
Jumlah tersebut diperuntukkan bagi 50 anggota dewan Tangsel selama satu tahun anggaran.
“Jadi per tahun gaji mereka Rp921.132.035 per orang,” tulis Leony dalam unggahannya, dikutip Jumat (26/9/2025).
Jika dihitung per bulan, maka gaji anggota DPRD Tangsel sekitar Rp76 juta per orang.
Leony menilai angka tersebut terlalu besar dan harus dipertanyakan secara terbuka.
Ia juga menyatakan keinginannya untuk berdialog langsung dengan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.
Menurut Leony, dialog tersebut harus terbuka dan melibatkan warga Tangsel.
“Panggilan untuk DPRD Tangsel. Masyarakat ingin dialog terbuka dengan Pak Wali Kota Benyamin Davnie,” tulis Leony.
“Segera agendakan. Kami tunggu ya. Yuk, pada kerja yuk!” lanjutnya.
Sebelumnya, Benyamin Davnie telah merespons kritik Leony soal kejanggalan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menyatakan bersedia berdiskusi terbuka dan menjelaskan secara langsung terkait anggaran yang dipertanyakan.
Leony menyambut respons itu dengan terbuka. Namun, ia meminta warga juga diberi ruang dalam forum tersebut.
Menurutnya, banyak masyarakat Tangsel yang ingin menyampaikan keluhan terkait penggunaan anggaran daerah.








Leave a Reply