Anggaran penanganan banjir di Kota Tangsel hanya Rp95 miliar, jauh di bawah dana konsumsi, souvenir, dan baju dinas pejabat yang mencapai Rp240 miliar.
Aktual Tangerang – Anggaran pengendalian banjir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2025 tercatat hanya sekitar Rp95 miliar. Jumlah ini jauh lebih kecil dari anggaran lainnya.
Misalnya, untuk belanja alat tulis kantor (ATK), konsumsi rapat, cendera mata, hingga pakaian dinas pegawai yang mencapai lebih dari Rp240 miliar.
Informasi tersebut tercantum dalam dokumen Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, yang dapat diakses melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kota Tangerang Selatan. Dokumen ini ditandatangani oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benjamin Davine pada 5 Juni 2025.
Total anggaran pengendalian banjir tahun 2025 itu mencakup beberapa kegiatan teknis, antara lain:
– Operasi dan Pemeliharaan Stasiun Pompa Banjir: Rp1,81 miliar (setelah perubahan anggaran)
– Pembangunan Tanggul Sungai: Rp67,54 miliar
– Pembangunan Stasiun Pompa Banjir: Rp7,59 miliar
– Operasi dan Pemeliharaan Tanggul dan Tebing Sungai: Rp15,13 miliar
Baca juga:
-
Leony Bandingkan Anggaran Pemkot Tangsel, Perjalanan Dinas dengan Bansos
-
Sikap Anggota DPRD Tangsel Soal Anggaran Pemkot 2024
Jika ditotal, anggaran penanggulangan banjir hanya sekitar Rp95 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan dengan anggaran berbagai belanja non-prioritas lainnya.
Anggaran Konsumsi dan ATK Capai Ratusan Miliar
Sebagai pembanding, berikut adalah beberapa pos anggaran Pemkot Tangsel yang mendapat sorotan:
– Alat Tulis Kantor (ATK): Rp38,00 miliar
– Kertas dan Cover: Rp6,75 miliar
– Bahan Cetak: Rp2,18 miliar
– Souvenir/Cendera Mata: Rp20,48 miliar
– Alat/Bahan Kantor Lainnya: Rp7,57 miliar
– Obat-obatan: Rp54,97 miliar
– Makanan & Minuman Rapat: Rp60,28 miliar
– Jamuan Tamu: Rp7,22 miliar
– Makanan & Minuman Urusan Pendidikan: Rp31,27 miliar
Selain itu, anggaran untuk pakaian dinas juga mencapai angka miliaran rupiah. Jika seluruh anggaran ini dijumlahkan, totalnya lebih dari Rp240 miliar atau sekitar 2,5 kali lipat dari anggaran pengendalian banjir.
Kota Tangsel Darurat Banjir
Ketimpangan anggaran ini menuai kritik, termasuk dari artis seperti Leony Vitria Hartanti, mantan personel Trio Kwek Kwek. Kritik muncul karena Kota Tangsel kini disebut dalam kondisi darurat banjir.
Hanya dengan hujan yang berlangsung kurang dari satu jam, beberapa kawasan di Tangsel langsung terendam banjir. Tak sedikit tanggul jebol akibat intensitas hujan tinggi.
Berikut beberapa peristiwa bencana banjir besar di Tangsel tahun ini:
– 7 Juli 2025: Tanggul jebol di Ciputat Timur, berdampak pada 150 dari 170 kepala keluarga.
– 20 Juni 2025: Banjir merendam Perumahan Citra Prima Serpong 2 dan Cluster Flamingo Perum Lagoon akibat tanggul jebol.
– 29 Mei 2025: Tanggul di Kecamatan Setu jebol, menyebabkan pemukiman warga terendam.
Melihat frekuensi banjir yang terus terjadi dan anggaran penanganan yang minim, sorotan terhadap prioritas belanja daerah pun semakin tajam.









Leave a Reply