Seorang pedagang kerupuk di Serpong, Tangsel, ditikam oleh orang tak dikenal akibat sengketa wilayah dagang. Polisi masih memburu pelaku.
Aktual Tangerang – Seorang pedagang kerupuk, RJ (18), menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Peristiwa itu terjadi, Sabtu (20/9) sore.
Korban mengalami luka serius akibat ditikam dengan senjata tajam jenis pisau lipat di bagian punggung.
“Benar, telah terjadi penganiayaan. Korban mengalami luka robek di punggung dan kini dirawat di rumah sakit,” kata Kanit Reskrim Polsek Serpong, AKP Joko Aprianto, Senin (22/9/2025).
Menurut keterangan saksi, peristiwa bermula saat RJ dan rekannya hendak menaiki mobil pikap di kawasan Gading Luar dan Gading Dalam. Pelaku tiba-tiba memanggil korban dan menegur karena dianggap melanggar wilayah dagang milik pelaku.
“Pelaku mengklaim wilayah tersebut sebagai area dagangnya, dia melarang orang lain berjualan di sana. Perdebatan pun terjadi dan berujung pada aksi kekerasan. Pelaku kemudian mengeluarkan pisau lipat dan menikam korban sebanyak tiga kali di punggung sebelah kiri,” jelas AKP Joko.
Baca juga:
-
Sikap Anggota DPRD Tangsel Soal Anggaran Pemkot 2024
-
Pendaftaran Calon Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang Dibuka, ini Syaratnya
Korban sempat mencoba melawan dan berusaha menahan tangan pelaku. Salah satu saksi di lokasi berhasil merebut pisau dari tangan pelaku dan menyerahkannya kepada pegawai restoran terdekat. Setelah kejadian, pelaku langsung melarikan diri ke arah Kebon Nanas, Kota Tangerang.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami tiga luka tusuk masing-masing sepanjang lima sentimeter di punggung kiri, serta luka lecet di dagu sebelah kanan. Total ada tiga luka sobek dengan 22 jahitan,” ujar Joko.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah memburu pelaku yang identitasnya masih belum diketahui.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan segera melakukan pengejaran. Mudah-mudahan pelaku segera kami tangkap,” pungkas AKP Joko.








Leave a Reply