Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi mengakhiri status tanggap darurat banjir. Fokus kini beralih ke pemulihan infrastruktur dan bantuan untuk warga terdampak.
Aktual Tangerang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana banjir per hari ini, Kamis (18/9/2025). Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi bersama dan pemantauan kondisi terkini di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyatakan bahwa meski status darurat telah berakhir, upaya pemulihan masih terus berjalan.
“Status tanggap darurat dinyatakan selesai dan tidak diperpanjang. Namun, layanan dasar untuk masyarakat tetap dilanjutkan, termasuk pemulihan bangunan, fasilitas umum, dan infrastruktur yang terdampak,” jelas Teja.
Pemprov Bali kini fokus pada masa rehabilitasi, terutama bagi pedagang pasar, warga yang rumahnya rusak, serta sarana dan prasarana publik yang perlu diperbaiki.
Meskipun situasi mulai membaik, Teja mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan akibat cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
“Perhatikan potensi bahaya di sekitar, lakukan langkah mitigasi risiko, dan segera laporkan jika terjadi keadaan darurat,” imbaunya.
Baca juga:
-
Jumlah Korban Tewas Banjir di Bali Bertambah Jadi 18 Orang
-
1.500 Penerima Bansos di Serang Dicoret Karena Terlibat Judi Online
Banjir Besar Hantam Bali
Banjir melanda sejumlah daerah di Provinsi Bali, pada Rabu (10/09). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencaa Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan banjir ini merupakan yang terparah dalam satu dekade terakhir.
Akibat banjir tersebut, setidaknya dua orang meninggal dunia dan lebih dari 200 orang telah dievakuasi di berbagai wilayah di Bali.
“Jadi ada yang memang ditemukan korban, dua orang meninggal,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster.
Dua orang meninggal tersebut merupakan warga Kabupaten Jembrana, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BNPB memantau banjir melanda empat wilayah administrasi kota dan kabupaten di Provinsi Bali.
Dalam video amatir yang beredar di media sosial X: @Top_Disaster tampak sejumlah mobil hanyut terbawa arus air yang deras. Beberapa orang pun bergandengan tangan berupaya mengevakuasi keluar dari arus air yang deras.








Leave a Reply