Udang asal Cikande Tercemar Zat Radioaktif, Biang Keroknya Terungkap

Adi Subchan - 13 September 2025

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menemukan indikasi adanya kontaminasi zat radioaktif di wilayah Cikande, Kabupaten Serang, Banten. (Foto: Dok BAPETEN)
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menemukan indikasi adanya kontaminasi zat radioaktif di wilayah Cikande, Kabupaten Serang, Banten. (Foto: Dok BAPETEN)

Bapeten menemukan indikasi kontaminasi radioaktif di Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande, Serang. Saat ini dilakukan pemetaan dan koordinasi antar-lembaga untuk penanganan.

Aktual Tangerang – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menemukan indikasi adanya kontaminasi zat radioaktif di wilayah Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Saat ini, Bapeten masih melakukan pemetaan untuk memastikan area yang terdampak.

“Kami mendeteksi indikasi paparan radioaktif hanya di Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande,” kata Kepala Bagian Komunikasi Publik Bapeten, Abdul Qohar, Kamis (11/9/2025).

Abdul menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan hubungan antara temuan tersebut dengan kasus udang yang terpapar radioaktif cesium-137 di salah satu pabrik di kawasan yang sama.

“Keterkaitan dua kejadian ini masih dalam penyelidikan aparat berwenang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bapeten bersama kepolisian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan memasang garis pengaman bila ditemukan titik dengan paparan tinggi.

“Untuk saat ini, langkah yang dilakukan adalah pemetaan. Jika ada lokasi dengan radiasi tinggi, akan segera dipasang garis pengaman,” jelas Abdul.

Menurutnya, koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga masih berlangsung, termasuk terkait penanganan terhadap wilayah maupun individu yang diduga terpapar.

“Baik penanganan wilayah maupun personel, masih dibicarakan di tingkat pimpinan antarkementerian dan lembaga,” jelas Abdul Qohar.

Asal Zat Radioaktif

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah menangani isu radiaso Cesium-137 (CS-137) di Cikande, Serang, Banten.

Baca juga:

Dia ungkapkan, ditemukan 14 kontainer asal Filipina yang terdeteksi mengandung CS-137 di pelabuhan. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa Indonesia justru menjadi pihak yang dirugikan dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Ramalan Cuaca Wilayah Banten Hari Ini, Mayoritas Hujan

“Kontainer itu akan segera kita re-ekspor atau dikirim kembali. Regulasi juga akan diperketat, terutama terhadap barang-barang berpotensi membawa limbah berbahaya, khususnya scrap,” ujarnya usai rapat koordinasi lintas kementerian di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Kasus ini berawal dari dugaan pencemaran radiasi CS-137 pada udang Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat (AS) hingga menyebabkan produk tersebut ditarik kembali.

Menyikapi hal itu, pemerintah membentuk satuan tugas lintas kementerian untuk memastikan penanganan cepat dan transparan.

Zulkifli menegaskan, isu ini mendapat perhatian khusus karena industri udang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja serta menyumbang devisa negara.

“Pemerintah berkomitmen melindungi nelayan, pekerja, dan pelaku usaha dari dampak isu ini. Investigasi dilakukan dengan hati-hati, berbasis ilmiah, dan sesuai standar internasional,” jelasnya.

Investigasi pemerintah telah melokalisir sumber pencemaran di kawasan Cikande, Banten, tepatnya di area PT PMT. Wilayah tersebut segera dilakukan dekontaminasi, sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pemeriksaan intensif hampir sepekan terhadap masyarakat sekitar untuk memastikan tidak ada dampak kesehatan serius.

Dengan temuan kontainer asal Filipina, pemerintah menegaskan bahwa penanganan isu radiasi bukan hanya persoalan domestik, tetapi juga menyangkut arus barang lintas negara.

Strategi terpadu disiapkan, mulai dari investigasi, dekontaminasi, hingga penguatan regulasi impor, demi menjaga kepercayaan internasional terhadap produk ekspor Indonesia.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini