Tokoh bisnis Peter F. Gontha menilai Purbaya Yudhi Sadewa harus membawa pendekatan fiskal baru yang pro-rakyat dan adil, pasca menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.
Aktual Tangerang – Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati memicu beragam reaksi dari publik dan pelaku pasar.
Di tengah transisi ini, tokoh bisnis dan diplomat senior Peter F. Gontha menilai pergantian ini sebagai momen penting untuk membawa arah baru dalam kebijakan fiskal Indonesia.
“Pergantian ini bukan sekadar perubahan personal, tetapi juga sinyal perubahan pendekatan fiskal nasional,” ujar Peter F. Gontha melalui siaran persnya secara tertulis, Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan bahwa Purbaya perlu menghadirkan “jurus baru” yang lebih pro-rakyat tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian fiskal yang telah dibangun sebelumnya.
Menurut Gontha, sosok Purbaya memiliki latar belakang teknokrat yang kuat. Dengan pendidikan teknik dari ITB dan gelar doktor ekonomi dari Purdue University, Purbaya dinilai punya kapasitas intelektual untuk memimpin kebijakan fiskal yang lebih berani dan adil.
“Selama ini kita terlalu fokus menjaga kepercayaan pasar. Itu penting, tapi tidak boleh menutup mata terhadap ketimpangan struktural. Purbaya harus berani masuk ke wilayah-wilayah yang selama ini dianggap sensitif, seperti kebocoran pajak di sektor sumber daya alam dan praktik transfer pricing,” katanya.
Baca juga:
-
Celoteh Yudo Anak Purbaya Yudhi Sadewa Soal Mental Orang Indonesia
-
IHSG dan Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Apakah Efek Sri Mulyani?
Sebagai mantan Kepala LPS, Purbaya dinilai telah membuktikan kapasitasnya menjaga stabilitas keuangan nasional di tengah pandemi. Namun, tantangan sebagai Menkeu jauh lebih kompleks.
IHSG sempat turun 1,3% pada hari pengumuman pergantian menteri, menunjukkan reaksi awal yang hati-hati dari pasar. Meski demikian, nilai tukar rupiah relatif stabil, menandakan ekspektasi jangka menengah terhadap kontinuitas kebijakan fiskal masih cukup positif.
Gontha menegaskan bahwa dukungan politik dari Presiden Prabowo akan sangat menentukan keberhasilan Purbaya. “Kalau Presiden serius ingin mewujudkan ekonomi pro-rakyat, maka Purbaya harus diberi ruang untuk menata ulang sistem penerimaan negara. Tidak bisa hanya kosmetik,” tegasnya.
Ke depan, publik dan pelaku pasar menanti pidato perdana dan langkah awal Purbaya. Gontha menyarankan agar Menkeu baru segera menyampaikan arah kebijakan yang jelas untuk menenangkan pasar sekaligus membangun harapan publik.
“Langkah pertama itu krusial. Kalau dia bisa tegas sejak awal, menjaga disiplin sambil memperkuat keadilan fiscal, maka kepercayaan publik dan pasar bisa diraih bersamaan,” pungkas Gontha.









Leave a Reply