Waspada! Empat Kecamatan di Tangerang Terancam Banjir Rob

Adi Subchan - 30 October 2026

FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI
FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI

Aktual Tangerang – Warga di empat kecamatan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada 25–31 Oktober 2026. BPBD mengimbau masyarakat mengaktifkan ronda bergiliran untuk memantau kenaikan permukaan air laut.

Empat kecamatan yang menjadi perhatian adalah Kosambi, Teluknaga, Mauk, dan Kronjo. Keempat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan garis pantai.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan warga perlu meningkatkan kesiapsiagaan. Terutama dengan memantau ketinggian air laut dan mengaktifkan ronda secara bergiliran.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir rob dengan ketinggian lebih besar. Kondisi itu berpotensi berdampak pada permukiman masyarakat di kawasan pesisir.

“Oleh karena itu, diadakannya imbauan, diadakan semacam ronda, artinya bergantian, tanggung jawab bersama. Karena kan air kita tidak tahu ketinggiannya sampai sejauh mana. Tetap harus ada antisipasi, bagaimana kalau ini terjadi rob lebih tinggi, jadi tetap harus ada ronda,” jelasnya, Kamis (29/10/2026).

Fase Bulan Baru Berpotensi Memicu Banjir Rob

Taufik menjelaskan, imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Potensi banjir rob berkaitan dengan fenomena fase bulan baru atau new moon.

Baca Juga :  Curanmor Viral di Ciputat, Warga Diminta Waspada

Selain itu, sistem pemantauan banjir rob DKI Jakarta memperkirakan peningkatan ketinggian air laut di sejumlah kawasan pesisir pada 25-31 Oktober 2026.

Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir yang terdampak. Namun, waktu dan ketinggian air di setiap lokasi dapat berbeda.

Perbedaan tersebut bergantung pada kondisi geografis dan pola pasang surut air laut. Karena itu, BPBD Kabupaten Tangerang meminta masyarakat tidak mengabaikan informasi prakiraan cuaca. Peringatan terkait kondisi pesisir juga perlu diperhatikan.

Pemantauan berkala dinilai penting agar warga dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal. Terutama ketika permukaan air laut mulai meningkat.

Taufik mengatakan, banjir rob merupakan bencana yang berulang kali terjadi di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Tangerang.

“Jadi terkait dengan bencana banjir rob, ini sudah dibilang terjadi setiap tahun, artinya sering terjadi berulang-ulang. Hanya memang kesiapan kami di BPBD, dalam hal ini Pemda Kabupaten Tangerang, sudah siap menghadapi rob,” tuturnya.

BPBD Tangerang Siapkan Personel dan Logistik

Untuk menghadapi potensi banjir rob, BPBD Kabupaten Tangerang terus mempersiapkan personel dan logistik penanganan bencana.

Persiapan tersebut mempertimbangkan karakteristik setiap wilayah pesisir. Termasuk perubahan pola pasang surut air laut yang dapat berbeda dari hari ke hari.

Baca Juga :  KPAI Dorong Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel Diproses Hukum

Taufik memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan logistik terus dioptimalkan. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan ketika banjir rob berdampak terhadap masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan fasilitas di lapangan. Karena itu, kesiapan personel perlu disertai pemantauan wilayah dan koordinasi antarpihak.

BPBD Kabupaten Tangerang juga terus berkoordinasi dengan BMKG. Koordinasi dilakukan untuk mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan memperkirakan potensi banjir rob.

“Acuan kami tetap mengacu kepada BMKG. Namun kita ketahui bersama bahwa Tangerang itu juga berbatasan dengan DKI Jakarta. Bisa juga sama dan bisa juga berbeda, tergantung posisi daratnya, khususnya daerah pesisir Teluknaga, Mauk, dan sekitarnya,” kata Taufik. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini