Rute MRT Tangsel Dirahasiakan, Waspada Mafia Tanah

Adi Subchan - 06 October 2026

Pemerintah belum mengungkap rute MRT Tangsel karena khawatir pengumuman memicu spekulasi dan lonjakan harga tanah. (FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI)
Pemerintah belum mengungkap rute MRT Tangsel karena khawatir pengumuman memicu spekulasi dan lonjakan harga tanah. (FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI)

Aktual Tangerang – Pemerintah belum mengungkap detail rute MRT menuju Tangerang Selatan (Tangsel). Pemerintah khawatir pengumuman terlalu cepat memicu spekulasi pembelian tanah.

Informasi mengenai titik jalur dinilai dapat mendorong masyarakat dan investor membeli lahan lebih awal. Kondisi itu berpotensi membuat harga tanah melonjak.

Kenaikan harga tanah dikhawatirkan mengubah perhitungan biaya pembangunan MRT menuju Tangsel. Pemerintah pun memilih menunggu kajian selesai sebelum membuka detail rute.

“Jangan, nanti tanahnya naik. Mereka nanti beli tanah, repot kita nanti,” kelakar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Senin (5/10/2026).

Dudy menjelaskan informasi rute berpotensi memengaruhi harga tanah di sekitar lokasi pembangunan MRT. Kondisi itu dapat mengganggu keekonomian proyek.

“Itu mungkin enggak akan diumumkan. Karena kalau ketahuan nanti yang tadinya sepuluh jadi seribu,” ujar Dudy.

Baca Juga :  Pegang Janjinya! Pemkot Tangsel bakal Naikkan Insentif Guru Ngaji

Saat ini, rencana pembangunan MRT Tangsel masih memasuki tahap feasibility study. Kajian itu bertujuan melihat kelayakan pembangunan jalur MRT dari Lebak Bulus menuju Tangerang Selatan.

Pemerintah belum memastikan titik-titik yang akan menjadi bagian dari rute tersebut. Sebab, hasil kajian hingga kini masih berjalan.

Keputusan akhir juga harus mempertimbangkan kemampuan proyek untuk dibangun secara ekonomis. Aspek tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelanjutan proyek.

“Karena kan swasta harus memperhitungkan bahwa secara ekonomis mereka bisa membangun,” kata Dudy. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini