Aktual Tangerang – Momen Presiden Prabowo Subianto bersama dua mantan presiden menjadi sorotan dalam acara HUT ke-81 TNI.
Dalam video yang beredar, dalam momen tersebut Prabowo terlihat berfoto bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Ketiganya terlihat berdiri bersama sejumlah jenderal TNI dalam rangkaian acara tersebut.
Momen itu berlangsung di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026) pagi.
Usai sesi foto, Prabowo terlihat berjabat tangan dengan SBY yang berada di sebelah kanannya. Prabowo kemudian menyalami seorang prajurit TNI yang bertugas di lokasi acara.
Sementara Jokowi berada di sisi kiri Prabowo dalam momen tersebut. Prabowo tidak terlihat mengajak Jokowi berjabat tangan sebelum meninggalkan lokasi sesi foto.
Saat berjalan menuju tenda acara, Prabowo tampak berbincang dengan SBY dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto.
Sementara itu, Jokowi terlihat berbincang dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Gestur Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan
Momen tersebut kemudian menjadi perhatian pengguna media sosial. Sejumlah netizen menduga gestur tersebut berkaitan dengan hubungan politik Prabowo dan Jokowi.
Namun, dugaan tersebut tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan momen dalam video tersebut.
Sebelumnya, Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai hubungan politik Jokowi dan Prabowo mulai menunjukkan tanda-tanda kerenggangan.
“Bahkan sudah berlipat-lipat tanda merenggangnya. Dan makin kentara atau terbuka,” ujar dia.
Ray menyebut salah satu tanda tersebut terlihat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.
Dalam sidang itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak duduk sejajar dengan Prabowo. Kursi Gibran berada di jajaran depan para menteri koordinator.
Posisi tersebut berbeda dengan sidang sebelumnya yang menempatkan Gibran di samping Prabowo.
Seperti diketahui, Gibran merupakan putra sulung Jokowi.
Prabowo Rangkul Pengkritik Jokowi
Ray juga menyoroti langkah Prabowo mengangkat sejumlah tokoh yang pernah mengkritik Jokowi.
“Mereka umumnya kritikus Jokowi bahkan hingga saat ini,” kata Ray.
Ray mencontohkan Mohammad Jumhur Hidayat yang kini menjabat Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur dilantik Prabowo sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada 27 April 2026.
Selain itu, ada tokoh buruh Said Iqbal yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden. Said Iqbal mendapat posisi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
“Sementara anggota kabinet yang dekat Jokowi makin dikurangi. Atau setidaknya makin tidak diberi peran,” ujar Ray.
Terbaru, Prabowo melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Jumat (2/10) pekan lalu.
Ray menduga keretakan politik tersebut dapat semakin terlihat melalui perubahan posisi sejumlah pejabat.
Ia juga menyoroti kemungkinan pergantian Kapolri sebagai salah satu indikator.
Ray sebelumnya menyebutkan keretakan tersebut dapat memuncak apabila Prabowo mengganti Kapolri.
Pergantian itu diperkirakan terjadi sebelum masa pensiun Kapolri pada 2027.
Pada 1 Oktober 2026, pergantian Kapolri akhirnya resmi dilakukan. Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot dari jabatan Kapolri sebelum memasuki masa pensiun.
Jabatan Kapolri kemudian diisi mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Jenderal Suyudi Ario Seto.
Perubahan tersebut menjadi salah satu perkembangan politik yang terjadi menjelang akhir 2026. (*)








Leave a Reply