Santri di Sepatan Timur Dibully, Dipukul hingga Ditendang

Adi Subchan - 30 September 2026

Remaja 13 tahun diduga menjadi korban bullying di Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Korban disebut dipukul, dijambak, hingga ditendang. (Foto: iStockphoto/ILUSTRASI)
Remaja 13 tahun diduga menjadi korban bullying di Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Korban disebut dipukul, dijambak, hingga ditendang. (Foto: iStockphoto/ILUSTRASI)

Aktual Tangerang – Remaja perempuan berinisial A (13) diduga menjadi korban perundungan teman sekolahnya di Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

A diduga dikeroyok sejumlah remaja di Lapangan Sepak Bola Tanah Merah, Jumat (25/9/2026) malam.

Aksi tersebut terekam dalam video amatir berdurasi sekitar satu menit.

Dalam video, korban terlihat terduduk lemas di tanah dan dikelilingi sejumlah remaja. Korban tampak dipukul, dijambak, hingga ditendang oleh para terduga pelaku.

Jumlah remaja yang berada di lokasi disebut lebih dari lima orang.

Korban terlihat tak berdaya dan hanya menangis setelah mengalami aksi kekerasan tersebut.

Baca Juga :  Gara-gara Duit Rp1.000, Siswa SD Diduga Jadi Korban Perundungan

Korban Diancam Terduga Pelaku

Sepupu korban, Rihadatul Karimah, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/9) malam.

Korban dan terduga pelaku utama berinisial R disebut merupakan teman sekelas. Keduanya bersekolah di Pondok Pesantren Al Multazam Sepatan.

Rihadatul mengatakan korban baru menceritakan peristiwa tersebut kepada orangtuanya pada Minggu (27/9/2026).

Korban disebut sempat bungkam karena mendapat ancaman dari para terduga pelaku.

“Kejadiannya Jumat malam kemarin. Tapi dia korban diancam sama temannya. Jadi dia baru cerita ke orang tuan Minggu malam,” katanya, Selasa (29/9/2026).

Menurut Rihadatul, aksi perundungan tersebut diduga dipicu rasa cemburu terduga pelaku terhadap korban.

Baca Juga :  Musim Kemarau Telah Tiba, Serpong Dilanda Kekeringan

R kemudian disebut mengajak korban pergi ke suatu tempat. Namun, korban justru dibawa menuju Lapangan Sepak Bola Tanah Merah.

Sesampainya di lokasi, sejumlah teman terduga pelaku disebut sudah menunggu korban. Mereka kemudian diduga melakukan aksi kekerasan terhadap korban.

“Pelaku yang teman sekelasnya ini cemburu dikira korban suka sama si cowok itu. Terus malamnya tuh korban kayak dijebak, dia dijemput lah sama temannya diajak keluar,” ungkap Rihadatul.

“Ternyata pas sudah sampai Sepatan, dia (korban) ditarik, diseret, disuruh turun. Nah, di situ udah ramean, orang-orang yang di video tuh banyak. Nah, di situ pelakunya tuh kan lebih dari lima orang ya. Di situ ada laki-laki juga ya,” tambahnya.

Korban Alami Luka dan Trauma

Rihadatul mengatakan aksi tersebut menyebabkan korban mengalami luka pada bagian bibir. Korban juga mengalami trauma setelah kejadian tersebut.

Keluarga korban kemudian membawa A menjalani pemeriksaan visum. Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

“Kemarin juga sempat lapor ke polisi, cuma kayak belum tahu nih kelanjutannya gimana,” ucapnya.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian setelah video dugaan perundungan beredar di masyarakat.

Pihak keluarga berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini