13 Persen Pelajar Tangsel Kekurangan Darah dan Stres Ringan

Adi Subchan - 19 September 2026

Sebanyak 13 persen dari 292 ribu pelajar Tangsel terdeteksi berisiko anemia. Pemkot menggencarkan pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) di sekolah. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Sebanyak 13 persen dari 292 ribu pelajar Tangsel terdeteksi berisiko anemia. Pemkot menggencarkan pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) di sekolah. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Sebanyak 13 persen dari 292 ribu pelajar Tangsel terdeteksi berisiko anemia. Pemkot menggencarkan pembagian TTD di sekolah.

Aktual Tangerang – Pemkot Tangerang Selatan memperkuat upaya menekan anemia setelah CKG menemukan 13 persen pelajar kekurangan darah.

Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap 292 ribu pelajar.

Pemeriksaan massal tersebut memetakan empat risiko kesehatan utama pada remaja.

Risiko tersebut meliputi anemia, gigi berlubang, gangguan penglihatan, dan stres ringan.

Anemia menjadi risiko kesehatan yang paling banyak ditemukan pada remaja putri.

“Bukan penyakit, tapi risiko kesehatan. Anemia paling banyak ditemukan pada anak-anak perempuan. Selain itu ada juga masalah penglihatan dan kecemasan ringan karena tugas sekolah,” ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini Didominasi Hujan Ringan

Diberikan Tablet Tambah Darah

Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkot Tangsel menggalakkan pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) di sekolah.

Program tersebut dilakukan secara serentak untuk membantu menekan angka anemia remaja putri. Dinas Kesehatan mendorong para siswi rutin mengonsumsi TTD secara mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan penanganan anemia menjadi langkah penting.

Menurutnya, pencegahan anemia pada remaja putri menjadi bagian dari upaya memutus rantai stunting.

Remaja putri yang sehat diharapkan menjadi calon ibu yang siap melahirkan generasi bebas stunting.

Pemkot Tangsel juga mendorong sekolah mengintegrasikan konsumsi TTD dalam agenda rutin. Hal tersebut dilakukan agar program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

SMPN 13 Tangsel menjadi salah satu sekolah yang menerapkan langkah tersebut. Sekolah tersebut meluncurkan Aksi Bergizi yang dilaksanakan setiap Jumat.

Baca Juga :  14.150 Buruh Tangerang ke Monas Rayakan May Day 2026

Dalam kegiatan tersebut, siswa makan bersama dan mengonsumsi TTD dengan pengawasan guru.

Program tersebut nantinya akan diperluas hingga tingkat SMA.

Pemkot Tangsel berharap kebiasaan tersebut membantu meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya pencegahan anemia. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini