Aktivis Banten Tolak Kedatangan Jokowi, Desak Proses Hukum

Adi Subchan - 10 September 2026

Puluhan aktivis menggelar aksi menolak kedatangan Jokowi di Banten. Massa menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah dan penegak hukum. (Foto: Tribun Banten)
Puluhan aktivis menggelar aksi menolak kedatangan Jokowi di Banten. Massa menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah dan penegak hukum. (Foto: Tribun Banten)

Puluhan aktivis menggelar aksi menolak kedatangan Jokowi di Banten. Massa menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah dan penegak hukum.

Aktual Tangerang – Puluhan aktivis menggelar demonstrasi menolak kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Banten.

Aksi tersebut digelar Koalisi Aktivis Pendukung Aksi Damai Gerakan Moral Pro Kebenaran dan Keadilan Banten.

Demonstrasi digelar di samping Gedung Plaza Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Massa membawa satu mobil komando yang dihiasi sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap kedatangan Jokowi.

Aksi tersebut mendapat pengamanan dari aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Salah satu spanduk yang dibawa massa bertuliskan, “BANTEN MENOLAK SAFARI POLITIK JOKOWI YANG BERKEDOK SAFARI BUDAYA.”

Spanduk lainnya bertuliskan, “SAATNYA RAKYAT BERSATU, PENEGAK HUKUM BERSAMA RAKYAT, TANGKAP DAN ADILI JOKOWI.”

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Suhu Capai 34 Derajat

Massa juga menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Tuntutan pertama, massa menolak Jokowi melakukan safari politik di Banten.

Massa juga meminta Jokowi mempertanggungjawabkan berbagai dugaan pelanggaran selama menjabat Presiden Republik Indonesia.

Selanjutnya, massa meminta aparat penegak hukum memproses dugaan kasus korupsi yang menyeret mantan menteri-menteri Jokowi.

Massa menyebut dugaan kasus tersebut berkaitan dengan perintah Jokowi.

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan dugaan pelanggaran HAM berat atas tewasnya enam anggota Laskar FPI.

Massa juga meminta peristiwa Bawaslu pasca-Pilpres 2019 diusut secara hukum.

Selain itu, massa meminta dugaan perubahan Undang-Undang Pemilu terkait pencalonan Gibran diproses sesuai hukum.

Massa turut menyoroti penerbitan Proyek Strategis Nasional PIK 2 di Banten. Proyek tersebut dinilai merugikan dan menzalimi masyarakat pemilik lahan.

Baca Juga :  Spanduk Tolak Jokowi Muncul di Kabupaten Tangerang

Massa juga meminta kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS diusut dan diproses secara hukum.

Tuntutan terakhir menyangkut polemik dugaan ijazah palsu Jokowi. Massa meminta polemik tersebut diproses transparan, akuntabel, benar, dan adil sesuai ketentuan hukum.

Jokowi Diundang ke Acara Keceran Mande Macan Guling

Kedatangan Jokowi ke Banten diketahui dalam rangka menghadiri Keceran Mande Macan Guling ke-69. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Plaza Aspirasi, KP3B, Kota Serang, Kamis (10/9/2026).

Keceran merupakan tradisi ritual keluarga Cimande yang digelar setiap tahun pada bulan Mulud.

Tradisi tersebut memiliki sejumlah rangkaian kegiatan khas keluarga Cimande. Di antaranya ritual tetes mata, mengurut tangan dan kaki, serta penampilan seni silat aliran Cimande.

Perguruan Mande Macan Guling mengundang Jokowi untuk menghadiri tradisi tersebut.

Ketua Panitia Keceran Mande Macan Guling ke-69, Jona Maulana, menjelaskan alasan undangan tersebut.

Jona mengatakan Keceran merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun sebagai bagian dari tradisi perguruan.

“Setiap rutinitas setiap setahun sekali di bulan Mulud itu mengadakan suatu keceran. Tentunya kami ingin acara keceran ini supaya booming ke mana-mana,” katanya di Serang, Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan panitia mengundang Jokowi dalam pelaksanaan Keceran Mande Macan Guling ke-69.

Menurut Jona, kehadiran Jokowi diharapkan berdampak positif terhadap pengenalan tradisi Keceran.

Selain itu, kehadiran Jokowi diharapkan memperkenalkan budaya Cimande ke berbagai daerah. “Dengan cara mengundang Presiden ke-7, mungkin efek dominonya bisa tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Jona.

Jona menegaskan undangan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik.nMenurutnya, panitia ingin menjadikan Keceran ke-69 sebagai momentum silaturahmi dengan Jokowi.

Jona menyebut Jokowi dipandang sebagai tokoh sekaligus bagian keluarga besar Mande Macan Guling.

“Kita murni mengundang beliau itu adalah sebagai orang tua dan menjadi bagian daripada Macan Guling ini, intinya untuk menjadi pembina,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga mengundang sejumlah tokoh dan unsur Forkopimda Banten.

Jona berharap seluruh pihak yang telah diundang dapat menghadiri Keceran Mande Macan Guling ke-69. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini