Debit Sungai Cisadane Menurun, Kota Tangerang Waspada Kekeringan

Adi Subchan - 06 September 2026

Debit Sungai Cisadane di Kota Tangerang turun menjadi 11,55 meter. BPBD meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan. (Foto: KOMPAS.com)
Debit Sungai Cisadane di Kota Tangerang turun menjadi 11,55 meter. BPBD meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan. (Foto: KOMPAS.com)

Debit Sungai Cisadane di Kota Tangerang turun menjadi 11,55 meter. BPBD meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.

Aktual Tangerang – Debit Sungai Cisadane di Kota Tangerang menurun akibat musim kemarau yang berlangsung berkepanjangan.

Kondisi tersebut membuat BPBD Kota Tangerang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.

BPBD juga memantau kondisi sumber air baku di berbagai wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan Cisadane berperan penting bagi kebutuhan masyarakat. Sungai tersebut menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya.

Karena itu, diperlukan antisipasi dan koordinasi lintas sektor untuk meminimalkan dampak kekeringan.

“Musim kemarau bukan hanya tentang cuaca panas, tetapi juga tentang kesiapsiagaan kita bersama. Kami terus memperkuat koordinasi dan memastikan berbagai langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini,” ujar Mahdiar, Sabtu (5/9).

Baca Juga :  Waspada Pohon Tumbang, Pemkot Tangerang Siagakan Tim Gabungan

BPBD Siapkan Distribusi Air Bersih

Mahdiar menuturkan sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan menghadapi potensi kekeringan. Langkah tersebut meliputi pemantauan sumber air baku dan kesiapan distribusi air bersih.

BPBD juga melakukan inventarisasi armada tangki air untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan turut diperkuat selama masa siaga kekeringan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Status yang berlaku saat ini adalah Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan.

“BPBD bersama seluruh pihak terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan respons dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan dampak kekeringan maupun kondisi darurat lainnya,” jelas Mahdiar.

BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi lingkungan yang semakin kering.

“Mari bersama menjaga penggunaan air secara bijak, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar,” kata Mahdiar.

Baca Juga :  BPBD Tangerang Jadikan Pelajar Agen Pencegah Kebakaran

Muka Air Cisadane Turun

Sementara itu, ketinggian muka air Sungai Cisadane di Pintu Air 10 mencapai 11,55 meter. Lokasi tersebut berada di Bendung Pasar Baru, Kota Tangerang.

Dalam kondisi normal, ketinggian muka air berada pada level 12,40 meter.

Penurunan tersebut terjadi akibat penyusutan selama musim kemarau berkepanjangan.

Pasokan air dari wilayah hulu Bogor juga dilaporkan minim. Kondisi tersebut membuat seluruh pintu air Bendungan Pasar Baru ditutup.

Penutupan dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan kondisi air di tengah keterbatasan pasokan. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini