Kebakaran Lahan Kosong di Ciputat Dipicu Sampah

Adi Subchan - 04 September 2026

Kebakaran lahan di Ciputat Timur sulit dipadamkan karena titik api tersembunyi hingga tiga meter di bawah timbunan material. (Foto: Tribun Tangerang)
Kebakaran lahan di Ciputat Timur sulit dipadamkan karena titik api tersembunyi hingga tiga meter di bawah timbunan material. (Foto: Tribun Tangerang)

Kebakaran lahan di Ciputat Timur sulit dipadamkan karena titik api tersembunyi hingga tiga meter di bawah timbunan material.

Aktual Tangerang – Kebakaran lahan kosong di Jalan Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, sulit dipadamkan. Api yang muncul sejak Kamis (3/9/2026) masih menyala hingga Jumat (4/9/2026).

Petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyiraman untuk memadamkan titik api. Namun, kobaran api ternyata berasal dari material yang tertimbun hingga kedalaman sekitar tiga meter.

Material tersebut terdiri atas puing bangunan, kayu, triplek, springbed, dan berbagai jenis sampah. Kondisi itu membuat api tetap menyala di bawah permukaan timbunan.

Kabid Operasional Damkar Tangerang Selatan, Omay Komarudin, mengatakan titik api sulit dijangkau petugas.

“Jadi kendalanya itu, karena ini yang terbakar itu seperti lahan gambut. Kita semprot dari permukaan, padam. Akan tetapi di bawah, kan ini dalam kurang lebih tiga meter kedalaman titik apinya,” ujar Omay.

Menurut Omay, penyiraman dari permukaan belum mampu memadamkan seluruh titik api.

Api di bawah timbunan dapat kembali menyala setelah permukaan terlihat padam. Karena itu, petugas meminta bantuan alat berat untuk mengurai timbunan material tersebut.

“Yang di bawah tetap menyala. Nah, makanya kami minta bantuan dari DLH dan DSDA untuk mengirim alat berat beko,” ucap Omay.

Penguraian timbunan diperlukan agar air dapat mencapai bagian yang masih menyimpan bara api.

“Karena tanpa diurai oleh beko, 100 atau 1.000 unit pemadam kebakaran tidak akan padam, karena tidak terurai dan tidak sampai kepada titik api,” jelasnya.

Baca Juga :  Kebakaran Akibat Bakar Sampah di Tangsel Melonjak 14 Kali Lipat

Api Muncul Sejak Pagi

Warga Ciputat, Martha, mengatakan lahan tersebut merupakan area kosong yang sedang diuruk.

Pengurukan menggunakan material puing bangunan yang bercampur dengan berbagai benda lainnya.

“Kalau yang saya lihat itu ada puing-puing bangunan. Terus ada kayu, triplek, sama sampah juga. Kalau ke dalam itu masih ada springbed dan segala macam,” ujar Martha, Jumat (4/9/2026).

Menurut Martha, warga pertama kali melihat api sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, kobaran api belum terlihat terlalu besar. Namun, api mulai membesar sekitar pukul 10.00 WIB dan terlihat menjulang dari area lahan.

“Tadi api terlihat kurang lebih jam sembilan pagi. Dan kebetulan saya lihat apinya meninggi di jam 10.00,” ujar Martha.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan air seadanya. Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Setelah petugas datang, penyiraman langsung dilakukan menggunakan sejumlah mobil pemadam.

Mobil pemadam datang secara bergantian untuk membantu proses pemadaman. Meski sudah berkali-kali disiram, api masih muncul dari bagian bawah timbunan.

“Iya cukup lama. Dan sampai sekarang tim Damkar sedang bertugas memadamkan apinya. Karena apinya masih menyala di bagian bawah sehingga meluas,” ujar Martha.

Baca Juga :  Ayah dan Anak Habisi Nyawa Tukang Cilok di Cikupa

Timbunan Sampah Ditutup Tanah

Omay mengatakan informasi dari warga menyebut lokasi tersebut sebelumnya tumpukan sampah.

Tumpukan sampah itu kemudian ditutup menggunakan tanah untuk menguruk lahan. Namun, material mudah terbakar masih berada di dalam timbunan.

“Tumpukan sampah, atasnya ditutup tanah. Ya, begitu,” tuturnya.

Menurut Omay, pihaknya juga memperoleh informasi mengenai keberadaan kayu dan material lain.

Asal material dan sampah yang berada di lokasi hingga kini masih menjadi pertanyaan. Omay mengatakan RT setempat menyebut sampah tersebut bukan berasal dari warga sekitar.

“Kalau menurut yang saya tanya ke RT setempat, itu bukan warga sini yang ngebuang sampah,” ujarnya.

Hingga kini, belum diketahui pihak yang membuang material tersebut ke lokasi. Pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan lahan tersebut juga belum diketahui.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

Damkar menduga api berasal dari puntung rokok atau aktivitas pembakaran sampah.

“Penyebab praduga itu apakah ada orang buang puntung rokok atau ada yang ngebakar sampah. Jadi sampai saat ini kami lidik pun simpang siur beritanya,” pungkas Omay. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini