125,75 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Terancam Gagal Panen

Adi Subchan - 03 September 2026

FOTO: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi
FOTO: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi

Sebanyak 125,75 hektare sawah di 16 kecamatan Kabupaten Tangerang terdampak kekeringan dan terancam gagal panen.

Aktual Tangerang – Krisis air akibat kemarau meluas di Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak 125,75 hektare sawah kini mengalami kekeringan parah.

Lahan pertanian tersebut tersebar di 16 kecamatan dan 44 desa di Kabupaten Tangerang.

Data tersebut berdasarkan pemantauan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Banten per 27 Agustus 2026.

Kondisi kekeringan tersebut mengancam tanaman padi mengalami gagal panen atau puso.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono membenarkan kondisi tersebut.

“Berdasarkan data kerusakan tanaman padi akibat kekeringan MT 2026 dari POPT Provinsi Banten, luasan areal pertanian terdampak di Kabupaten Tangerang seluas 125,75 hektare. Data tersebut per 27 Agustus 2026,” ujar Ujang, Rabu (2/9).

Menurut Ujang, tanaman padi terdampak terdiri dari sejumlah varietas yang banyak dibudidayakan petani. Beberapa varietas tersebut di antaranya Inpari dan Ciherang.

Baca Juga :  El Nino Godzilla Ancam 311,8 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang

Ujang menyebut luasan sawah terdampak masih berpotensi mengalami peningkatan. Pemerintah daerah bersama jajaran terkait masih melakukan inventarisasi dan pendataan di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan luas sawah yang terdampak kekeringan.

“Jika melihat perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG, kami masih terus melakukan inventarisasi dan pendataan terkait jumlah areal lahan sawah yang terdampak,” katanya.

Siapkan Program Pengairan

Menghadapi ancaman kekeringan, Pemkab Tangerang menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga produksi pertanian.

Pemerintah juga berupaya membantu petani yang mengalami kerugian akibat tanaman padi puso.

Pemkab Tangerang berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian. Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan program serta infrastruktur pendukung pengairan pertanian.

Sejumlah program yang disiapkan meliputi IRPOM, IRPIP, JIAT, serta program PM-AAS. Selain itu, pemerintah menyiapkan benih pengganti bagi petani yang mengalami puso akibat kekeringan.

“Program itu untuk membantu petani untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian yang mengalami gagal panen,” katanya.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya 24 April 2026

Tiga Kecamatan Alami Kekeringan Berat

Sebelumnya, ratusan hektare lahan pertanian di tiga kecamatan mengalami kekeringan berat. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kronjo, Mekar Baru dan Gunung Kaler.

Kondisi tersebut memicu gagal panen atau puso pada Musim Tanam II (MT 2).

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kronjo Fakhruddin mengonfirmasi kondisi tersebut. Menurutnya, mayoritas petani saat ini memang tengah memasuki masa panen. Namun, penurunan debit air hulu berdampak signifikan terhadap lahan pertanian.

Pengeringan sumber air utama juga memengaruhi tanaman yang masih berada dalam fase vegetatif. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini