Petani dan peternak Kabupaten Tangerang mendeklarasikan FORTTA untuk memperkuat solidaritas dan memperjuangkan kesejahteraan.
Aktual Tangerang – Sejumlah petani dan peternak Kabupaten Tangerang mendeklarasikan Forum Ternak Tani Tangerang (FORTTA). Deklarasi dilakukan di Sekretariat BENTANG Saga Balaraja, Minggu (30/8/2026).
FORTTA dibentuk sebagai wadah bersama untuk memperkuat solidaritas petani dan peternak. Forum tersebut juga bertujuan memperjuangkan kepentingan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembentukan FORTTA dilatarbelakangi keresahan terhadap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dan peternakan.
Para petani dan peternak menilai keberpihakan pemerintah terhadap sektor tersebut masih minim. Mereka mengaku merasa tersisihkan dari pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan bantuan bagi petani dan peternak. Mereka juga menyoroti fasilitasi, pemberdayaan, akses program pemerintah, serta penguatan kelompok.
Para peserta deklarasi menilai masih terdapat ketimpangan dalam pemberian perhatian dan fasilitasi. Mereka berharap pemerintah memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kelompok tani dan peternak.
Kesempatan tersebut dinilai harus diberikan berdasarkan kebutuhan, kapasitas, serta program yang jelas.
“Petani dan peternak jangan sampai hanya menjadi objek ketika ada program pemerintah. Kami membutuhkan pemberdayaan yang nyata, pendampingan, akses pasar, teknologi, permodalan dan fasilitasi yang adil,” ujar salah satu peserta deklarasi.
Para petani dan peternak juga menyoroti anggaran untuk sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut mereka, besarnya anggaran belum sepenuhnya dirasakan kelompok petani dan peternak. Mereka meminta pemerintah mengevaluasi pola pemberdayaan secara menyeluruh.
Evaluasi tersebut diharapkan memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
FORTTA Himpun Petani dan Peternak
Deklarasi FORTTA dihadiri sejumlah kelompok tani dari berbagai wilayah Kabupaten Tangerang. Kelompok tersebut berasal dari Kecamatan Kresek, Kronjo, Cikupa, dan sejumlah wilayah lainnya.
Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan aspirasi petani dan peternak. FORTTA juga diarahkan menjadi jaringan organisasi yang mampu memperkuat kelompok di lapangan.
Dalam deklarasi tersebut, peserta menetapkan Saepul Anwar sebagai nahkoda FORTTA. Saepul diharapkan membawa FORTTA menjadi organisasi yang memperjuangkan kepentingan petani dan peternak.
Ia juga diharapkan mampu menjadikan FORTTA sebagai mitra kritis dan konstruktif pemerintah.
FORTTA Siapkan Struktur hingga Desa
Setelah deklarasi, FORTTA berencana memperluas jaringan hingga tingkat kecamatan dan desa. Struktur organisasi tersebut diharapkan mempermudah penyerapan aspirasi petani dan peternak.
Selain itu, jaringan tersebut akan memperkuat koordinasi antarkelompok di Kabupaten Tangerang.
FORTTA juga menyiapkan sejumlah agenda untuk mendukung peningkatan kapasitas petani dan peternak. Agenda tersebut mencakup pengembangan usaha, akses pasar, kemitraan, dan pemanfaatan teknologi.
Forum tersebut juga mendorong penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang.
Para penggagas menegaskan FORTTA bukan sekadar wadah untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. FORTTA ingin menjadi bagian dari solusi melalui komunikasi dan kemitraan yang sehat.
Kemitraan tersebut akan dibangun bersama pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pihak lainnya. Namun, mereka meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan ruang yang sama kepada seluruh kelompok.
“Kami ingin pemerintah hadir secara adil. Jangan sampai ada petani dan peternak yang merasa dianaktirikan hanya karena tidak memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.
Dengan terbentuknya FORTTA, petani dan peternak berharap suara mereka semakin kuat.
Mereka juga berharap program pemberdayaan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan. (*)









Leave a Reply