Jempol Trans Tangsel Segera Diluncurkan, Bersaing dengan Angkot?

Adi Subchan - 22 August 2026

Jempol Trans Tangsel segera diuji coba dengan tarif Rp15.000. Simak rute Pondok Cabe-Alam Sutera, pembayaran, dan skema tarifnya. (Foto: @jempoltransofficial)
Jempol Trans Tangsel segera diuji coba dengan tarif Rp15.000. Simak rute Pondok Cabe-Alam Sutera, pembayaran, dan skema tarifnya. (Foto: @jempoltransofficial)

Jempol Trans Tangsel segera diuji coba dengan tarif Rp15.000. Simak rute Pondok Cabe-Alam Sutera, pembayaran, dan skema tarifnya.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mematangkan kehadiran Jempol Trans sebagai moda transportasi umum baru.

Layanan bus tersebut disiapkan untuk memperkuat integrasi angkutan massal di Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Jempol Trans juga diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat dengan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Tangerang Selatan Ahmad Arofah mengatakan layanan tersebut disiapkan sebagai alternatif transportasi publik.

“Kami berharap keberadaan Jempol Trans ini dapat menjadi pilihan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya,” ujar Arofah, Jumat (21/8/2026).

Layani Rute Pondok Cabe-Alam Sutera

Arofah menjelaskan rute Jempol Trans ditentukan berdasarkan hasil kajian Dishub Tangerang Selatan. Koridor Pondok Cabe-Alam Sutera dipilih karena melewati sejumlah kawasan strategis.

Rute bus direncanakan dimulai dari Terminal Pondok Cabe milik Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Tangerang Raya, Selasa 23 September 2025

Bus kemudian melintasi kawasan permukiman padat penduduk di Pamulang. Perjalanan dilanjutkan menuju Stasiun Rawa Buntu sebelum berakhir di Alam Sutera.

“Lintasan bus ini akan dimulai dari Terminal Pondok Cabe milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melewati kawasan pemukiman padat di Pamulang, melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Rawa Buntu, hingga berakhir di Alam Sutera,” kata Arofah.

Tarif Uji Coba Jempol Trans Rp15.000

Sebelum beroperasi penuh, Jempol Trans akan menjalani tahap uji coba operasional.

Selama masa sosialisasi dan uji coba, tarif ditetapkan sebesar Rp15.000 per penumpang. Tarif tersebut berlaku untuk satu kali perjalanan.

“Untuk tarif uji coba flat Rp 15.000 per penumpang sekali jalan. Metode pembayarannya cashless,” kata Arofah.

Setelah operasional stabil, tarif penuh rute Pondok Cabe-Alam Sutera diperkirakan mencapai Rp25.000. Tarif tersebut berlaku secara flat untuk perjalanan dalam satu koridor.

Dishub Tangsel menyebut pengoperasian secara murni oleh swasta membuat harga tiket lebih tinggi.

Kondisi tersebut berbeda dengan layanan transportasi bersubsidi seperti JakLingko dan Transjakarta.

Dishub Usulkan Tarif Berdasarkan Jarak

Dishub Tangerang Selatan mengantisipasi beban tarif bagi penumpang jarak pendek. Karena itu, pengelola PT Jempol Trans didorong menerapkan pembayaran melalui aplikasi.

Skema tersebut memungkinkan tarif dihitung berdasarkan jarak perjalanan penumpang.

“Kami ingin menawarkan, karena ini Rp 25.000 terlalu berat ya. Masa kalau misalnya dari Pondok Cabe sampai Maruga Rp 25.000, kan tidak mungkin juga. Makanya kami lagi merumuskan itu dulu,” kata Arofah.

Baca Juga :  Penyebab Tangerang Raya Jadi Sarang Narkoba

Melalui aplikasi tersebut, penumpang nantinya dapat melakukan tap in dan tap out.

Tarif kemudian dihitung berdasarkan jarak perjalanan yang ditempuh penumpang.

“Kalau pakai aplikasi nanti per 3 km atau per 9 km ada hitungannya, misalnya Rp 9.000. Dari Pondok Cabe ke Maruga hanya Rp 12.000, kan bisa seperti itu kalau pakai aplikasi. Jadi kami minta dikembangkan sampai ke arah situ,” tuturnya.

Selain aplikasi telepon pintar, pembayaran juga dirancang menggunakan kartu uang elektronik.

Kartu yang dapat digunakan antara lain e-money dan Flazz pada setiap armada. Namun, pembayaran menggunakan kartu elektronik akan menerapkan tarif rata atau flat rate.

Jempol Trans Tak Dimaksudkan Matikan Angkot

Dishub Tangerang Selatan juga mengantisipasi potensi gesekan dengan angkutan lokal. Angkutan tersebut mencakup angkot dan layanan ojek yang telah beroperasi sebelumnya.

Arofah mengatakan pihaknya melakukan komunikasi dan sosialisasi dengan pelaku angkutan lokal. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya konflik setelah Jempol Trans beroperasi.

Kehadiran Jempol Trans diposisikan sebagai pelengkap jaringan transportasi yang sudah ada. Layanan tersebut diharapkan berfungsi sebagai feeder bagi sistem transportasi di Tangerang Selatan.

Dengan demikian, Jempol Trans tidak ditujukan untuk mematikan mata pencaharian pelaku angkutan lokal.

Pemkot berharap integrasi tersebut dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih terhubung. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini