Libatkan Lurah, Pemkot Tangerang Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah

Adi Subchan - 21 August 2026

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP dan SMK Excellent Benda, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Pemkot Tangerang)
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP dan SMK Excellent Benda, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Pemkot Tangerang)

Pemkot Tangerang memperkuat verifikasi data anak tidak sekolah melalui sekolah, kelurahan, kecamatan, dan intervensi lintas sektor.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang memperkuat verifikasi data anak tidak sekolah (ATS) berdasarkan nama dan alamat.

Dinas Pendidikan Kota Tangerang akan melibatkan operator sekolah, kelurahan, dan kecamatan dalam proses verifikasi tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan data ATS lebih akurat dan menjadi dasar intervensi pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan pembaruan data dilakukan hingga Juni 2026.

Sejumlah anak tercatat masuk kategori tidak sekolah berdasarkan hasil pembaruan data tersebut.

Data itu kemudian menjalani proses verifikasi dan validasi untuk menentukan sasaran intervensi jangka pendek.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi anak di lapangan sekaligus memperbarui data secara lebih akurat,” ujarnya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Banten Selasa 30 Juni 2026, Tangerang Cerah

Penanganan ATS Libatkan Lintas Sektor

Penanganan ATS dilakukan melalui intervensi terpadu yang melibatkan berbagai perangkat daerah. Unsur kewilayahan juga dilibatkan untuk memperkuat penanganan anak yang tidak bersekolah.

Pemkot Tangerang menyiapkan tim penanganan lintas sektor untuk menangani persoalan tersebut. Penanganan tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan.

Pemerintah juga mempertimbangkan faktor sosial, administrasi kependudukan, perlindungan anak, hingga kondisi keluarga.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat intervensi sesuai dengan persoalan setiap anak.

Pemkot Tangerang Siapkan Program Home Visit

Dari sisi akses pendidikan, intervensi akan dilakukan melalui program Home Visit. Program tersebut dilaksanakan bersama perangkat kewilayahan untuk mendatangi keluarga yang memiliki anak ATS.

Pendekatan ini diharapkan memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pendidikan. Petugas juga dapat mengetahui kendala yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan.

Pencegahan turut diarahkan kepada anak yang berisiko berhenti sekolah. Salah satunya adalah anak yang berada pada masa peralihan dari SD menuju SMP.

Pemkot Tangerang akan mengoptimalkan sejumlah program untuk mencegah kondisi tersebut. Program itu meliputi sekolah gratis, Tangerang Cerdas, dan pendidikan kesetaraan melalui PKBM.

Pendidikan kesetaraan tersebut mencakup Paket A, Paket B, dan Paket C.

Baca Juga :  PSI: Jokowi tidak Dihargai oleh PDIP

Perkuat Mutu dan Kenyamanan Sekolah

Pemkot Tangerang juga memperkuat aspek mutu pendidikan untuk mencegah anak meninggalkan sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan pembelajaran mendalam di lingkungan sekolah.

Pemerintah juga mendorong pembiasaan positif melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Penguatan sekolah ramah anak turut menjadi bagian dari upaya tersebut. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Lingkungan belajar yang positif diharapkan meningkatkan keterikatan siswa terhadap sekolah.

Penanganan ATS juga diperkuat melalui integrasi data lintas sektor. Pemkot Tangerang menyiapkan dashboard monitoring terpadu sebagai basis intervensi yang lebih tepat sasaran.

Data pendidikan akan dipadankan dengan administrasi kependudukan dan data kesejahteraan sosial.

Integrasi tersebut diharapkan membantu pemerintah memperoleh data ATS yang lebih akurat.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan bentuk intervensi sesuai kondisi masing-masing anak.

Wahyudi menegaskan penanganan ATS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Penanganan ATS ini kita lakukan tidak bisa sendirian. Pemkot Tangerang akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan dan mencegah munculnya kasus baru,” ujarnya.

Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen memastikan anak tetap mendapatkan hak pendidikan.

Pemantauan dan evaluasi berkala juga dilakukan untuk mencegah munculnya kasus ATS baru. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini