Krisis air bersih akibat kemarau terjadi di Desa Koceak Tangerang Selatan. Sebanyak 242 warga terdampak, sementara BPBD menyalurkan hingga 28 ribu liter air per hari.
Aktual Tangerang – Dampak musim kemarau di Kota Tangerang Selatan semakin meluas. Krisis air bersih kini melanda hampir seluruh wilayah RW 02 Desa Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.
Ketua RW 02 Desa Koceak, Nasrullah, mengatakan tiga RT terdampak kekeringan. Wilayah tersebut meliputi RT 04, RT 05, dan RT 06.
“Wilayah saya semuanya terdampak kekeringan. Karena setiap RT ada warganya yang kekeringan,” kata Nasrullah, Jumat (7/8/2026).
Ia menyebut jumlah warga terdampak terus bertambah selama musim kemarau.
Awalnya, sekitar 15 warga di setiap RT mengalami kesulitan air bersih. Kini, jumlah tersebut terus meningkat seiring berkurangnya sumber air.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengirim bantuan air bersih setiap hari. Air didistribusikan menggunakan truk tangki dan ditampung di toren lingkungan.
“Dari hari pertama kami berkoordinasi dengan kelurahan, Lurah, Ekbang, kecamatan, dan BPBD. Sekarang pengiriman dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Meski bantuan rutin diterima, warga berharap solusi permanen segera direalisasikan.
RW mengusulkan pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi. Sejumlah warga bahkan bersedia menghibahkan sebagian lahannya.
“Alhamdulillah ada warga yang berkenan memberikan tanah untuk dibangun sumur bor dan toren, sehingga air bisa dimanfaatkan bersama,” kata Nasrullah.
Ia berharap pemerintah dapat mengakomodasi usulan tersebut.
“Kami RT dan RW ingin berkolaborasi dengan pemerintah. Mudah-mudahan solusi jangka panjang segera terwujud,” ujarnya.
Secara terpisah, Komandan Peleton Satgas BPBD Tangsel, Dian Miriyawan, memastikan distribusi air bersih terus dilakukan.
BPBD bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Cipta Karya.
“Kami mendistribusikan sekitar 17.000 hingga 28.000 liter air bersih setiap hari,” kata Dian.
Menurutnya, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka menengah.
BPBD bersama pemerintah daerah sedang memetakan lokasi yang memungkinkan dibangun sumur bor permanen.
“Kalau untuk jangka menengah, kami sedang melakukan asesmen bersama RT dan RW untuk menentukan lokasi sumur bor,” ujarnya.
Dian mengungkapkan kekeringan saat ini melanda 11 RT di Kelurahan Keranggan. Selain itu, satu RT di Kelurahan Serpong juga terdampak.
“Wilayah terdampak mencapai 12 RT dengan jumlah sekitar 242 jiwa,” pungkasnya. (*)









Leave a Reply