89 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Belum Tersertifikasi, Terancam Ditutup

Adi Subchan - 07 August 2026

FOTO: kompas.com/Ilustrasi
FOTO: kompas.com/Ilustrasi

Sebanyak 89 dapur MBG di Kabupaten Tangerang terancam ditutup permanen karena belum mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi hingga tenggat BGN.

Aktual Tangerang – Sebanyak 89 dapur MBG terancam ditutup permanen. Penutupan berlaku jika belum mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan tenggat hingga 10 Agustus 2026. SPPG wajib memenuhi seluruh persyaratan sebelum batas waktu.

Kabupaten Tangerang memiliki 312 dapur MBG aktif. Namun, belum seluruhnya mengantongi sertifikat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, memaparkan perkembangannya. Sebanyak 155 dapur telah memiliki SLHS.

Sedangkan, sebanyak 68 dapur sedang mengurus sertifikat. Sisanya, 89 dapur belum memulai pengurusan.

“Sebanyak 155 SPPG sudah memiliki SLHS. Ada 68 sedang mengurus. Syaratnya, separuh pegawai memiliki sertifikat penjamah makanan, inspeksi kesehatan lingkungan, dan pemeriksaan laboratorium,” kata Hendra Tarmizi, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga :  Arief Wibowo: Perlu Sanksi bagi Warga yang Tak Pilah Sampah

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, memberi peringatan. Katanya, dapur MBG yang tidak memproses pengurusan sertifikasi berpotensi dihentikan.

“SPPG yang belum menunjukkan progres pengurusan SLHS berpotensi ditutup,” ujar Priyo Basuki.

Namun, Priyo mengakui proses sertifikasi masih menghadapi kendala. Hambatan muncul pada pelatihan penjamah makanan.

Kendala juga terjadi saat pemeriksaan laboratorium. Beberapa hasil pemeriksaan harus diperbaiki.

Keterbatasan petugas sanitasi turut memengaruhi proses. Administrasi SPPG juga belum sepenuhnya lengkap.

“Kendalanya petugas sanitasi terbatas. Hasil laboratorium kadang perlu diperbaiki. Masih ada kekurangan administrasi di SPPG,” ungkap Priyo. (*)

Baca Juga :  Diperiksa Kejagung, ASN Banten Terseret Kasus Korupsi MBG

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini