8 Kecamatan di Kota Tangerang Masuk Zona Rawan Kekeringan

Adi Subchan - 05 August 2026

ILUSTRASI - Pemkot Tangerang menetapkan tiga zona rawan kekeringan dan menyiapkan tangki air, personel, hydrant, serta tandon menghadapi musim kemarau. (Foto: iStockphoto)
ILUSTRASI - Pemkot Tangerang menetapkan tiga zona rawan kekeringan dan menyiapkan tangki air, personel, hydrant, serta tandon menghadapi musim kemarau. (Foto: iStockphoto)

Pemkot Tangerang menetapkan tiga zona rawan kekeringan dan menyiapkan tangki air, personel, hydrant, serta tandon menghadapi musim kemarau.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang memetakan tiga zona pengawasan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau. Pemetaan dilakukan berdasarkan kajian hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi dampak kekeringan dan kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan zona pertama meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari, dan Cipondoh.

Zona kedua mencakup Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas. Sementara zona ketiga meliputi Kecamatan Pinang, Ciledug, dan Karang Tengah.

“Untuk wilayah yang telah ditetapkan masuk dalam zona, menjadi prioritas untuk dipantau secara berkala dari kondisi ketersediaan air maupun potensi kebakaran,” kata Mahdiar dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Siapkan Air Bersih dan Personel

Mahdiar menjelaskan, Pemkot Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi musim kemarau.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Senin 3 Agustus 2026, Mayoritas Wilayah Banten Cerah

Koramil menyiapkan delapan mobil tangki air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat jika terjadi kekeringan.

Polres Metro Tangerang Kota juga menyiagakan 95 personel di seluruh Polsek. Kendaraan Armoured Water Cannon turut disiapkan mendukung penanganan kebakaran.

Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan tetap aman bagi masyarakat.

Mahdiar mengatakan sekitar 99 persen sumber air baku masih berasal dari Sungai Cisadane.

Menurutnya, debit air menurun sekitar lima persen akibat musim kemarau. Meski demikian, kualitas dan ketersediaan air masih mencukupi kebutuhan pelanggan.

“Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku masih mengandalkan Sungai Cisadane. Meski debit air mengalami penurunan sekitar lima persen akibat musim kemarau, kualitas dan ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan pelanggan,” jelas Mahdiar.

Infrastruktur Disiagakan

Sebagai bagian dari kesiapan infrastruktur, Dinas PUPR Kota Tangerang menyiapkan 30 unit tandon air. Fasilitas tersebut mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran.

“Selain itu, jaringan hydrant di berbagai wilayah terus dipastikan berfungsi optimal untuk mendukung perlindungan permukiman dan fasilitas umum,” ujar Mahdiar.

Baca Juga :  Cuaca Banten Kamis 28 Mei 2026 Didominasi Cerah

Berdasarkan analisis BMKG, Kota Tangerang diperkirakan masih mengalami musim kemarau hingga September 2026. Curah hujan diprediksi tetap rendah selama periode tersebut.

Mahdiar menambahkan, fenomena El Nino yang masih aktif meningkatkan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah.

“Sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat,” kata dia. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini