Warga Tangerang Diminta Kibarkan Bendara Merah Putih Sebulan Full

Adi Subchan - 03 August 2026

ILUSTRASI - Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau warga mengibarkan Bendera Merah Putih hingga 31 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang)
ILUSTRASI - Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau warga mengibarkan Bendera Merah Putih hingga 31 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang)

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau warga mengibarkan Bendera Merah Putih hingga 31 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

Aktual Tangerang – Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau warga mengibarkan Bendera Merah Putih selama satu bulan penuh. Imbauan itu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pengibaran bendera dimulai pada 31 Juli hingga 31 Agustus 2026. Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera di rumah masing-masing mulai 31 Juli hingga 31 Agustus 2026,” kata Sachrudin, Senin (3/8/2026).

Sachrudin juga mengajak pelaku usaha ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan. Bendera diminta dikibarkan di seluruh unit usaha.

Imbauan itu mencakup pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat usaha lainnya. Langkah tersebut diharapkan menumbuhkan semangat nasionalisme.

“Kami juga mengimbau pengusaha untuk mengibarkan bendera di unit usahanya masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Viral Gerakan Nasi Darurat, Bantu Warga Miskin di Tangerang

Menurut Sachrudin, pengibaran Bendera Merah Putih menjadi simbol cinta kepada bangsa. Masyarakat dapat melakukannya dengan mudah.

“Pengibaran Bendera Merah Putih juga salah satu bentuk kecintaan terhadap negara Indonesia,” jelasnya.

Warga Diajak Isi Kemerdekaan dengan Karya

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata. Kreativitas dan gotong royong dinilai menjadi kunci pembangunan lingkungan.

Maryono mencontohkan Kampung Keramba RW 22, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk. Warga setempat baru memanen 200 kilogram ikan patin hasil budidaya keramba.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan pembangunan dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Kolaborasi warga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat.

“Saya melihat sendiri bagaimana warga di sini semakin kompak dan mampu memaksimalkan potensi yang ada. Ini luar biasa, karena dari lingkungan sendiri bisa lahir kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Maryono.

Ia menilai panen ikan patin tidak sekadar menghasilkan komoditas pangan. Kegiatan itu mencerminkan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Harga BBM Agustus 2026, Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter

Maryono juga menilai budidaya tersebut memperkuat ekonomi berbasis lingkungan. Model serupa diharapkan berkembang di wilayah lain.

“Ini yang harus terus kita dorong. Jangan hanya melihat kampung sebagai tempat tinggal, tetapi bagaimana kampung bisa menjadi ruang untuk berkarya, berproduksi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini