BPBD mencatat 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang dan 10 titik di Tangsel terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.
Aktual Tangerang – Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Tangerang. BPBD mencatat ribuan kepala keluarga terdampak di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat kekeringan meluas ke 12 kecamatan. Sebanyak 8.135 kepala keluarga terdampak krisis air bersih.
Sementara itu, BPBD Kota Tangerang Selatan mencatat 222 kepala keluarga terdampak. Warga tersebar di 10 titik dan masih bergantung pada distribusi air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan kekeringan telah menjangkau 41 titik di 31 desa dan kelurahan.
“Total ada 12 kecamatan dengan sekitar 8.135 kepala keluarga terdampak berdasarkan laporan yang kami terima,” kata Taufik, Kamis (30/7/2026).
Wilayah terdampak meliputi Legok, Tigaraksa, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru, dan Pagedangan.
Menurut Taufik, setiap desa memiliki jumlah titik terdampak yang berbeda.
“Dari 31 desa terdapat 41 titik. Ada desa dengan satu, dua, hingga empat titik terdampak,” ujarnya.
Di Kota Tangerang Selatan, BPBD mencatat 10 titik mengalami krisis air bersih. Total warga terdampak mencapai 222 kepala keluarga.
Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan selama musim kemarau.
“Total air bersih yang telah terdistribusi pada 8 hingga 28 Juli 2026 mencapai 125.100 liter,” kata Dian.
Sembilan titik terdampak berada di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Lokasinya meliputi RT 02/RW 01, RT 03/RW 01, RT 04/RW 02, RT 05/RW 02, RT 06/RW 02, RT 01/RW 02, RT 13/RW 05, RT 12/RW 05, dan RT 09/RW 05.
Satu titik lainnya berada di RT 06/RW 04, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong.
“Jumlah titik terdampak mencapai 10 lokasi dengan total 222 kepala keluarga,” ujar Dian.
BPBD Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Kerta Raharja, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta PMI Kabupaten Tangerang.
Koordinasi dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Sampai saat ini kami terus membantu kebutuhan masyarakat. Jika hujan belum turun, kami akan mencari terobosan,” kata Taufik.
BPBD Tangerang Selatan juga mengerahkan mobil tangki air ke wilayah terdampak. Distribusi akan berlanjut selama kebutuhan masyarakat masih tinggi.
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Tangerang memetakan 20 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan hingga September 2026.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD menyiagakan 14 pos layanan. Personel dan armada mobil tangki disiapkan untuk mempercepat penyaluran air bersih. (*)









Leave a Reply