PPATK meninjau pelaksanaan Program MBG berbasis CSR di SKh Negeri 1 Kabupaten Tangerang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Aktual Tangerang – Kepala PPATK Ivan Yustiavandana meninjau pelaksanaan Program MBG di SKh Negeri 1 Kabupaten Tangerang, Kamis (16/7/2026).
Peninjauan dilakukan bersama Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid untuk memastikan program berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari penyalahgunaan dana.
Ivan mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memastikan penyaluran MBG berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.
Program itu juga diharapkan mampu mencegah potensi tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penyaluran dana sosial.
Dalam kunjungan itu, Ivan dan Maesyal Rasyid menyaksikan pembagian MBG kepada siswa berkebutuhan khusus. Keduanya juga berdialog dengan pihak sekolah mengenai manfaat program bagi peserta didik.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
“PPATK selalu bersama dengan teman-teman dari kalangan swasta untuk membangun kebersamaan dan daya juang dalam upaya melakukan pemberantasan dan pencegahan pencucian uang,” kata Ivan.
Ia menegaskan pelaksanaan MBG di sekolah tersebut sepenuhnya didanai perusahaan melalui program CSR. Program itu tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut dia, skema tersebut mencerminkan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Langkah itu sekaligus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Program ini dibiayai oleh mereka sendiri tanpa APBN, dan ini adalah semangat yang sama dengan apa yang sudah diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Program MBG di SKh Negeri 1 Kabupaten Tangerang merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan melalui program CSR. Penyaluran bantuan dilakukan bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB).
Ketua Harian YIPB Cahaya Manthovani mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan inisiatif CSR yang dimulai sejak tahun lalu. Seiring waktu, kerja sama dengan berbagai perusahaan terus diperluas.
Menurut Cahaya, kolaborasi itu menghasilkan sistem penyaluran bantuan yang lebih tertata. Transparansi dan akuntabilitas juga terus diperkuat.
“Itu kita mulai sedikit demi sedikit, lalu akhirnya kita bekerja sama dengan mitra dari sektor swasta. Dari sana kami belajar bahwa sistem yang diterapkan sangat baik, tertata, dan transparan,” kata Cahaya.
Hingga pertengahan 2026, program MBG berbasis CSR telah menjangkau 12 Sekolah Khusus (SKh). Penerima manfaatnya mencapai lebih dari 2.000 siswa dan guru.
Cahaya berharap semakin banyak perusahaan berpartisipasi melalui program CSR. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan MBG bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
“Alhamdulillah tahun ini program terus berkembang dan semakin banyak perusahaan melalui program CSR yang ikut mendukung pelaksanaan MBG dari sektor swasta,” jelasnya. (*)








Leave a Reply