Ibu Korban Pencabulan di Serang Pacari Pelaku, Kok Bisa ya!

Adi Subchan - 01 July 2026

FOTO: RRI/Ilustrasi
FOTO: RRI/Ilustrasi

Seorang ibu di Serang kembali pacaran dengan pria yang diduga pernah melakukan pencabulan terhadap anaknya. Proses hukumnya mandek.

Aktual Tangerang – Seorang ibu berinisial M, warga Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, diduga kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya.

Pria tersebut diduga pernah melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya berinisial A, saat korban masih berusia 15 tahun.

Keputusan itu memicu kemarahan anak sulung M atau kakak korban, berinisial X.

Menurut X, peristiwa bermula pada 2019. Saat itu, M bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia.

Sebelum berangkat, M menitipkan rumah dan anak-anaknya kepada sang kekasih.

Saat itu, A tinggal bersama adik laki-lakinya yang masih berusia 10 tahun. Sementara X telah menikah dan tinggal bersama keluarga suaminya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Apartemen PIK 2

X mengatakan, pria tersebut diduga menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan M. Ia mengaku adiknya menjadi korban pencabulan.

“Kepercayaan itu dikhianati. Pacar mamah saya justru mencabuli adik perempuan saya yang masih di bawah umur. Kejadian itu menghancurkan kami. Adik saya trauma sampai sekarang,” ujar X.

Setelah kejadian itu terungkap, hubungan M dengan pria tersebut sempat berakhir. Keluarga kemudian melaporkan dugaan pencabulan itu kepada aparat penegak hukum.

Namun, ungkap X, proses hukum belum menunjukkan perkembangan hingga saat ini.

“Mungkin karena kami dari golongan orang tidak mampu, kasusnya sampai sekarang tidak naik. Kami pasrah dan hanya bisa berdoa,” kata X.

Selama beberapa tahun, keluarga berupaya memulihkan kondisi korban. Mereka juga menunggu kepastian hukum atas laporan tersebut.

Persoalan kembali mencuat setelah X mengetahui ibunya diduga kembali berpacaran dengan pria tersebut. X mengaku telah memprotes keputusan sang ibu. Ia bahkan mengaku sempat mengancam mengakhiri hidupnya karena kecewa.

Baca Juga :  WNA China Kendalikan Sindikat Kawin Pesanan di Indonesia

Namun, protes itu berujung pertengkaran. X justru menjadi korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan ibunya.

“Bukannya mendapat belas kasihan, saya malah dipukuli oleh mamah sampai badan saya biru-biru semua,” tutur X.

Hingga kini, X mengaku masih memperjuangkan keadilan bagi adiknya. Ia juga berharap memperoleh perlindungan hukum atas dugaan kekerasan yang dialaminya.

X meminta aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional tanpa membedakan latar belakang ekonomi korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari M maupun aparat kepolisian terkait pengakuan X. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini