Warga meminta perbaikan permanen jalan rusak di Flyover Rawa Buntu, Tangsel. Jalan berlubang dan minim penerangan dinilai rawan kecelakaan.
Aktual Tangerang – Warga berharap perbaikan jalan rusak di Flyover Rawa Buntu dilakukan secara permanen. Mereka menilai metode tambal sulam selama ini tidak mampu menyelesaikan masalah.
Kopral (51), sopir angkot yang telah 27 tahun beroperasi di kawasan Rawa Buntu, mengatakan kerusakan jalan terus berulang.
“Lokasi lubangnya itu-itu saja. Biasanya dua sampai tiga bulan setelah ditambal, rusak lagi,” ujar Kopral, Selasa (16/6/2026).
Menurut dia, kualitas tambalan aspal perlu diperhatikan agar tidak cepat rusak akibat tingginya volume kendaraan.
“Saya berharap tambalannya benar-benar kuat. Jangan sampai baru satu atau dua bulan sudah terkelupas lagi,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Heriyadi (65), sopir angkot lainnya yang rutin melintasi jalur tersebut.
Ia menilai perbaikan seharusnya dilakukan dengan pengerasan yang lebih mendalam sebelum aspal dipasang kembali.
“Jalan harus digali terlebih dahulu, dipadatkan, lalu diaspal. Dengan begitu hasilnya lebih awet,” ujar Heriyadi.
Lampu Jalan Dinilai Kurang Memadai
Selain perbaikan jalan, warga juga meminta pembenahan lampu penerangan di sekitar Flyover Rawa Buntu.
Menurut Heriyadi, pencahayaan yang minim meningkatkan risiko kecelakaan pada malam hari.
“Penerangan di sini sering mati-hidup. Padahal lokasi ini membutuhkan pencahayaan yang memadai,” katanya.
Kopral mengatakan kondisi lampu yang sering padam berada dekat titik jalan berlubang.
“Sebagian lampu menyala, tetapi ada juga yang sering mati. Lokasinya tepat di sekitar lubang jalan,” ujarnya.
Jalan Berlubang Sudah Ditambal
Sejumlah titik jalan berlubang di Flyover Rawa Buntu telah diperbaiki pada Selasa (16/6/2026).
Perbaikan dilakukan setelah seorang pengemudi ojek online mengalami kecelakaan tunggal pada Minggu (14/6/2026) malam.
Pantauan di lokasi menunjukkan lubang yang sebelumnya membahayakan pengendara kini telah ditutup aspal baru. Meski demikian, beberapa titik masih terlihat memiliki tanda cat semprot sebagai penanda bekas kerusakan.
Kopral mengatakan proses perbaikan berlangsung cepat setelah aparat kepolisian melakukan peninjauan.
“Malam setelah kejadian, polisi datang memberi tanda di lokasi. Keesokan harinya jalan langsung diperbaiki,” katanya.
Kecelakaan Kerap Terjadi
Sebelum diperbaiki, jalan berlubang di flyover tersebut kerap menyebabkan kecelakaan. Heriyadi mengaku pernah menyaksikan empat pengendara motor terjatuh dalam satu hari di lokasi yang sama.
“Dalam sehari pernah empat pemotor jatuh. Ada yang sampai terkapar dan ada motor yang velgnya rusak,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi semakin berbahaya saat malam karena lampu penerangan sering tidak berfungsi.
Pengemudi ojek online, Jayus (58), juga menilai kerusakan jalan menjadi penyebab utama kecelakaan tunggal di lokasi tersebut.
“Faktor dominannya kondisi jalan. Lampu yang sering mati membuat pengendara terlambat melihat lubang,” kata Jayus. (*)









Leave a Reply