TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang dilaporkan hampir penuh. Sisa lahan 3-4 hektare belum bisa dimanfaatkan karena terkendala akses jalan.
Aktual Tangerang – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin semakin mengkhawatirkan.
TPA seluas 33 hektare itu kini hampir tidak memiliki ruang untuk menampung sampah baru.
Setiap hari, TPA Jatiwaringin menerima kiriman sampah dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Kapasitas yang semakin terbatas membuat pengelolaan sampah menghadapi tekanan serius.
Krisis tersebut diperparah karena pengelolaan sampah masih menggunakan sistem terbuka atau open dumping.
Sebagian lahan TPA juga telah dialokasikan untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Dari total luas kawasan, sekitar 7 hektare disiapkan untuk proyek tersebut.
Kepala UPTD TPA Jatiwaringin Jaya Gemi mengatakan masih terdapat sisa lahan sekitar 3 hingga 4 hektare. Namun lahan tersebut belum dapat dimanfaatkan karena terkendala akses jalan.
“Sisa lahan sekitar 3-4 hektare belum bisa digunakan karena belum ada akses jalan,” ujar Jaya Gemi, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, ada beberapa kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan. Langkah pertama adalah membuka area baru untuk menampung volume sampah yang terus meningkat.
Kebutuhan kedua adalah pembangunan akses jalan menuju lahan yang belum termanfaatkan.
Dengan adanya jalan, sisa lahan dapat segera digunakan untuk menambah kapasitas tampung.
Selain itu, pengelolaan sampah perlu beralih ke sistem yang lebih ramah lingkungan. Metode open dumping dinilai sudah tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Karena itu, TPA Jatiwaringin didorong menerapkan sistem controlled landfill. Sistem tersebut dinilai lebih aman dan higienis dalam pengelolaan sampah.
Jika perluasan lahan dan pembangunan infrastruktur terus tertunda, risiko darurat sampah semakin besar.
Kondisi itu berpotensi mengganggu pelayanan pengelolaan sampah di seluruh Kabupaten Tangerang.
“Pembangunan akses jalan menjadi kebutuhan penting agar lahan tersisa dapat segera dimanfaatkan,” kata Jaya Gemi. (*)









Leave a Reply