Pemkot Tangsel mengoptimalkan dana apresiasi Rp1 miliar dari Kemendagri untuk menekan stunting menjadi 7,05 persen pada 2027.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengoptimalkan dana apresiasi Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri. Dana tersebut digunakan untuk mempercepat penurunan stunting dan kemiskinan.
Pemkot Tangsel menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 7,05 persen pada 2027. Sementara angka kemiskinan ditargetkan berada di level 2,36 persen.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan berbagai program bagi kelompok rentan akan diperkuat. Fokus program mencakup layanan kesehatan, pendidikan, dan intervensi terintegrasi hingga tingkat wilayah.
“Kami akan terus memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Benyamin, Minggu (7/6/2026).
Kota Tangsel meraih penghargaan terbaik ketiga Regional Jawa-Bali. Penghargaan diberikan atas kinerja penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.
Selain penghargaan, Pemkot Tangsel menerima dana apresiasi sebesar Rp1 miliar. Menurut Benyamin, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Ia menyebut keberhasilan itu melibatkan perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
“Ini bukan hanya prestasi pemerintah daerah, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Tangsel sebelumnya mencatat prevalensi stunting sebesar 19,9 persen. Angka tersebut berhasil ditekan hingga sempat mencapai 9 persen.
Pemerintah daerah juga dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi pelayanan. Inovasi tersebut menjadi nilai tambah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan penghargaan diberikan kepada daerah berkinerja terbaik. Daerah penerima dinilai mampu menghadirkan dampak nyata melalui program pembangunan.
Menurut Tito, penghargaan juga menjadi sarana menunjukkan capaian positif pemerintah daerah. Ia menilai banyak kepala daerah memiliki prestasi yang layak diapresiasi.
“Pemberian penghargaan akan berlanjut dengan gelombang berikutnya di enam wilayah lagi,” kata Tito.
Ia menyebut tema penghargaan berikutnya dapat mencakup kota bersih atau layanan publik.
“Pemberian penghargaan akan berlanjut terus dengan topik yang berbeda,” ujarnya. (*)









Leave a Reply