Pabrik Peleburan Timah di Curug Diduga Mencemari Udara

Adi Subchan - 07 June 2026

Warga Desa Kadu, Curug, Tangerang mengeluhkan dugaan pencemaran udara dari pabrik peleburan timah. Bau menyengat dan keluhan ISPA disebut terjadi sejak lama. (Foto: Tribun Tangerang)
Warga Desa Kadu, Curug, Tangerang mengeluhkan dugaan pencemaran udara dari pabrik peleburan timah. Bau menyengat dan keluhan ISPA disebut terjadi sejak lama. (Foto: Tribun Tangerang)

Warga Desa Kadu, Curug, Tangerang mengeluhkan dugaan pencemaran udara dari pabrik peleburan timah. Bau menyengat dan keluhan ISPA disebut terjadi sejak lama.

Aktual Tangerang – Warga Desa Kadu, Kecamatan Curug, mengeluhkan dugaan pencemaran udara dari pabrik peleburan timah.

Keluhan muncul setelah beredar video asap tebal dari cerobong pabrik saat proses produksi berlangsung.

Warga menilai aktivitas pabrik mengganggu kenyamanan dan kualitas lingkungan sekitar.

Berdasarkan pantauan, bau menyengat diduga berasal dari area pabrik tersebut. Aroma tersebut tercium hingga sekitar 1,6 kilometer dari lokasi industri.

Salah seorang warga, Ahmad, mengaku dampak pencemaran telah dirasakan selama bertahun-tahun. Menurut dia, keluhan muncul sejak pabrik mulai beroperasi di kawasan tersebut.

“Baunya seperti belerang dan sering membuat pusing,” kata Ahmad, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga :  Diduga Jadi Beking Debt Collector, Oknum TNI Jadi Tersangka

Ia menyebut sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Banyak warga terkena ISPA. Anak-anak juga sering mengalami keluhan kesehatan,” ujarnya.

Ahmad mengatakan dirinya telah tinggal di kawasan tersebut sejak 2003. Selain pencemaran udara, warga juga mengeluhkan dugaan penurunan kualitas air bersih.

Ahmad menyebut air di sejumlah rumah kini berbau seperti besi. “Air warga juga berbau besi sejak adanya pabrik ini,” katanya.

Ia menuturkan dampak lingkungan tersebut dirasakan warga di sedikitnya tiga RW.

Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan terhadap dugaan pencemaran yang terjadi.

Ahmad menilai lokasi industri seharusnya memiliki jarak aman dari permukiman penduduk.

“Kalau angin kencang, dampaknya masih terasa sampai permukiman warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Ayah dan Anak Habisi Nyawa Tukang Cilok di Cikupa

Warga berharap pemerintah mengevaluasi aktivitas industri yang diduga menimbulkan pencemaran lingkungan.

Mereka juga meminta perlindungan terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat sekitar. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini