Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 203 kasus HIV hingga April 2026. Sebanyak delapan kasus ditemukan pada balita dan 167 kasus pada usia produktif.
Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 203 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang Januari hingga April 2026. Delapan kasus di antaranya ditemukan pada balita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan kasus HIV tersebar di sejumlah wilayah pelayanan kesehatan.
Kasus terbanyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Curug, Kelapa Dua, Kosambi, dan Cikupa.
“Ada 203 kasus yang ditemukan hingga April 2026. Kasus terbanyak berada di beberapa puskesmas tersebut,” kata Hendra, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan kelompok usia, mayoritas penderita berasal dari kalangan usia produktif.
Dinkes mencatat sebanyak 167 kasus ditemukan pada kelompok usia 21 hingga 55 tahun. Selain itu, terdapat 28 kasus baru pada kelompok remaja. Sementara delapan kasus lainnya ditemukan pada balita.
“Usia produktif paling banyak dengan 167 kasus. Remaja 28 kasus dan balita delapan kasus,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, penularan HIV pada kelompok usia produktif dan remaja dipengaruhi beberapa faktor risiko. Faktor tersebut antara lain penggunaan jarum suntik tidak aman dan hubungan seksual berisiko.
“Kasus pada kelompok usia produktif dan remaja umumnya berkaitan dengan perilaku berisiko,” katanya.
Adapun kasus HIV pada balita terjadi akibat penularan dari orang tua yang juga mengidap HIV.
“Sementara kasus pada balita terjadi karena orang tuanya merupakan penderita HIV,” ujar Hendra.
Dinkes mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah penularan HIV.
Masyarakat juga diminta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala apabila memiliki faktor risiko.
Selain itu, penderita HIV diharapkan menjalani pengobatan secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
“Jika terinfeksi HIV, minumlah obat secara teratur agar tidak berkembang menjadi AIDS,” kata Hendra. (*)








Leave a Reply