Panitia Kurban di Tanah Tinggi Meninggal Saat Sembelih Sapi

Adi Subchan - 29 May 2026

Seorang panitia kurban meninggal saat menyembelih sapi di Tanah Tinggi. Warga menyoroti kondisi puskesmas yang tutup saat kejadian. (Foto: Int/Ilustrasi)
Seorang panitia kurban meninggal saat menyembelih sapi di Tanah Tinggi. Warga menyoroti kondisi puskesmas yang tutup saat kejadian. (Foto: Int/Ilustrasi)

Seorang panitia kurban meninggal saat menyembelih sapi di Tanah Tinggi. Warga menyoroti kondisi puskesmas yang tutup saat kejadian.

Aktual Tangerang – Insiden meninggalnya panitia kurban di Tanah Tinggi, Kota Tangerang, menjadi sorotan masyarakat.

Peristiwa itu terjadi saat proses penyembelihan sapi pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Warga sekitar mengaku sempat panik karena korban tiba-tiba ambruk di lokasi penyembelihan.

Seorang warga, Fahrul, mengatakan warga sempat mencari bantuan medis ke Puskesmas Tanah Tinggi. Namun, puskesmas tutup saat kejadian berlangsung.

“Awalnya ada warga lari ke Puskesmas Tanah Tinggi meminta bantuan, tapi ternyata tutup,” kata Fahrul, Jumat (29/5/2026).

Peristiwa tersebut viral setelah video berdurasi 50 detik beredar di media sosial Instagram.

Baca Juga :  Baznas Kota Tangerang Himpun Dana Kurban Rp1,3 Miliar

Video itu memperlihatkan seorang pria tersungkur saat memegang kepala sapi kurban.

Korban terlihat mengenakan kaos oranye dan celana pendek saat kejadian berlangsung.

Berdasarkan rekaman video, proses penyembelihan awalnya berjalan normal.

Sapi kurban telah direbahkan dengan posisi kaki terikat sebelum disembelih. Korban berada di bagian depan untuk memegang area kepala sapi.

Saat darah sapi mulai keluar, korban mendadak lemas lalu terjatuh. Warga langsung mendekat untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban.

“Korban sempat dipindahkan ke tempat aman karena masih bergerak-gerak,” ujar Fahrul.

Menurut dia, warga kembali mencari bantuan medis setelah kondisi korban memburuk. Namun, petugas kesehatan tidak ditemukan di puskesmas saat itu.

“Puskesmas dikunci dan enggak ada orang, akhirnya korban meninggal di lokasi,” ucapnya.

Lokasi kejadian berada di RT 008/RW 003, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Sebelumnya, panitia kurban telah dibentuk untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Panitia terdiri dari sekitar 20 orang warga lingkungan setempat. Mereka bertugas menyembelih, memotong, dan mendistribusikan daging kurban kepada warga.

Korban diketahui bukan penyembelih utama dalam proses tersebut. Ia bertugas memegang kepala sapi agar tidak bergerak saat penyembelihan berlangsung.

Warga menyebut korban dikenal aktif membantu kegiatan kurban setiap tahun. “Almarhum selalu terlibat karena tenaganya kuat dan berpengalaman,” kata Fahrul.

Baca Juga :  Bakar Sate Pakai Bensin, Warga Ciputat Terbakar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni, menjelaskan puskesmas konvensional libur saat hari besar.

“Iduladha kan hari besar, jadi puskesmas konvensional tutup,” ujar Dini.

Meski demikian, layanan kegawatdaruratan tetap tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan. Dini meminta masyarakat mendatangi rumah sakit yang memiliki layanan UGD lengkap.

“Kegawatdaruratan bisa ke UGD puskesmas atau langsung ke rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Dini, seluruh rumah sakit di Kota Tangerang membuka layanan UGD selama 24 jam. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini