Polisi menyelidiki aksi pria menggali makam ibunya di Cisauk, Tangerang Selatan, yang viral di media sosial.
Aktual Tangerang – Video seorang pria di menggali makam ibu kandungnya viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang.
Dalam video, pria tersebut tampak menggali makam sambil berdebat dengan seorang perempuan.
Perempuan itu berusaha menghentikan aksi pria tersebut. Ia meminta pelaku menghormati mendiang ibunya yang telah dimakamkan.
“Ke mama begitu balesnya,” ucap perempuan dalam video.
Namun, pria tersebut tetap melanjutkan aksinya menggali makam. “Gua sakit hati,” ujar pria dalam rekaman video.
“Bales apa? Gua kasih beras tapi dibilang enggak ngakuin, enggak ngakuin,” sambungnya.
Perempuan itu kemudian menjawab, “Terima kasih mama sudah dikasih beras,” ucap wanita mencoba menengkan pria itu.
Percekcokan keduanya ramai diperbincangkan warganet.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, membenarkan kejadian tersebut. Polisi menerima laporan Sabtu (9/5) sekitar pukul 13.50 WIB.
“Petugas langsung mendatangi lokasi bersama pihak kelurahan,” kata Dhady.
Polisi mengungkapkan pria tersebut berinisial AG. Berdasarkan pemeriksaan awal, AG diduga terpancing emosi akibat persoalan keluarga.
“Pelaku menggali makam karena emosi terkait masalah keluarga,” ujar Dhady.
Makam yang digali diketahui milik MN yang merupakan ibu kandung AG.
Menurut polisi, AG menggunakan pacul untuk menggali makam tersebut.
Keterangan saksi menyebut AG telah ditinggalkan ibunya sejak bayi. Ia kemudian diasuh pamannya hingga dewasa.
Polisi menduga persoalan keluarga menjadi pemicu tindakan pelaku.
Akibat aksi itu, makam mengalami kerusakan cukup parah.
Petugas telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Saksi tersebut di antaranya penjaga makam dan ketua lingkungan setempat.
Polisi juga memanggil tim Inafis Polres Tangerang Selatan. Tim Inafis melakukan pemeriksaan lanjutan di area makam.
Dhady menjelaskan tindakan membongkar makam dapat dijerat pidana.
“Tindakan membongkar makam dapat dikenakan Pasal 271 KUHP,” jelas Dhady.
Saat ini polisi masih mendalami motif dan kondisi psikologis pelaku.
Kasus tersebut juga akan diproses sesuai ketentuan hukum berlaku.
“Kasus ini masih kami dalami untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas Dhady. ***








Leave a Reply