Pemkab Tangerang memetakan 28 pelintasan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung. Sebanyak 11 titik belum memiliki palang pintu dan penjagaan.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memetakan 28 pelintasan KRL di jalur green line Tanah Abang-Rangkasbitung.
Dari jumlah tersebut, 11 titik diketahui belum memiliki palang pintu dan pos penjagaan.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan sebagian pelintasan kini telah dijaga petugas gabungan.
“Sebanyak 15 pelintasan saat ini sudah dijaga petugas provinsi, kabupaten, dan swadaya masyarakat,” ujar Maesyal, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, 11 pelintasan tanpa penjagaan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Lokasi tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.
Pemkab Tangerang kini berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan kajian teknis.
Kajian dilakukan sebelum pembangunan palang pintu di perlintasan sebidang tersebut direalisasikan.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dishub agar seluruh titik bisa dijaga secara bertahap,” katanya.
Maesyal menegaskan, pemerintah daerah mendukung pembenahan pelintasan kereta. Program tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan keselamatan transportasi.
Pemerintah pusat diketahui mengalokasikan anggaran Rp4 triliun kepada PT KAI. Anggaran itu digunakan untuk peningkatan keselamatan pelintasan kereta di berbagai daerah.
Menurut Maesyal, terdapat delapan titik pelintasan di Kabupaten Tangerang yang masuk prioritas peningkatan keselamatan. Beberapa lokasi berada di Kampung Parigi, Cibelut, dan Cisauk Sinyal.
Selain itu, peningkatan juga direncanakan di Kampung Kandang, Jatake, dan Kampung Gabus.
Perlintasan terusan Stasiun Tigaraksa-Cikoya juga masuk dalam daftar pembenahan keselamatan PT KAI. ***









Leave a Reply