Guru di Tangerang Selatan (Tangsel) mengandalkan les privat untuk menambah penghasilan di tengah gaji pokok yang terbatas.
Aktual Tangerang – Gaji pokok dinilai belum cukup, guru di Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa mencari tambahan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satunya dialami Yanti Nur, guru di salah satu sekolah di Ciputat. Ia mengaku mengandalkan gaji sekolah dan pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya menghidupi kebutuhan sehari-hari dari gaji sekolah,” ujar Yanti, beberapa waktu lalu.
Guru berusia 28 tahun itu menerima gaji pokok sebesar Rp2.280.000 per bulan. Total pendapatan bersama tunjangan dan fasilitas lainnya mencapai sekitar Rp3 juta per bulan.
Untuk menambah pemasukan, Yanti mengajar les privat sepulang sekolah. Ia mengajar di beberapa lokasi hampir setiap hari.
Penghasilan tambahan dari les privat berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per bulan. Jumlah tersebut bergantung pada jumlah pertemuan les yang dijalani.
“Mengajar di sekolah tetap menjadi pekerjaan utama,” katanya.
Karena itu, Yanti menyelesaikan tugas sekolah sebelum menjalani aktivitas tambahan di luar.
Ia mengaku sempat berpikir meninggalkan profesi guru. Namun, lingkungan kerja yang nyaman membuatnya tetap bertahan.
“Teman-teman di sekolah sangat mendukung,” ujarnya.
Menurut Yanti, pekerjaan sebagai guru memang melelahkan. Setelah mengajar di sekolah, ia harus melanjutkan aktivitas mengajar les privat.
“Alhamdulillah, pemasukan masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Ia menilai manajemen waktu menjadi hal penting agar seluruh pekerjaan tetap berjalan baik.
Kondisi finansial juga dipengaruhi musim tertentu, termasuk saat Ramadan. Pada periode tersebut, jumlah pertemuan les biasanya berkurang.
“Alhamdulillah masih ada THR walaupun tidak sebesar pemasukan les bulanan,” ucapnya.
Meski menghadapi tantangan ekonomi, Yanti tetap bersyukur atas pekerjaannya.
Ia menilai lingkungan sekolah yang nyaman membantu mengurangi tekanan pekerjaan.
“Lingkungan sekolah yang nyaman membuat beban terasa lebih ringan,” ujarnya.
Yanti berharap masyarakat memahami kondisi kesejahteraan, khususnya guru swasta. Terutama bagi guru yang masih mengandalkan gaji pokok sekolah.
Meski lelah, ia tetap berusaha menjaga kualitas pengajaran kepada siswa. “Fokus utama tetap kepada siswa. Mereka menjadi alasan kami bertahan sebagai guru,” kata Yanti. ***









Leave a Reply