Banjir di Cipondoh, Tangerang, masih terjadi hingga hari kedua. Warga mengungsi dan mengeluhkan minimnya bantuan logistik.
Aktual Tangerang – Banjir masih merendam permukiman warga di Kampung Candulan, Cipondoh, Kota Tangerang, hingga hari kedua.
Ketinggian air dilaporkan sempat surut, namun kembali meningkat pada malam hari. Warga pun kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Salah seorang warga, Yusarif, menyebut kondisi air mengalami fluktuasi.
“Kemarin sempat surut, tetapi malam tadi air naik lagi,” ujar Yusarif, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan air terjadi pada dini hari hingga pagi. “Air naik sekitar pukul 04.00 WIB sampai 05.00 WIB,” katanya.
Menurutnya, banjir dipicu cuaca dan kiriman air dari wilayah hulu. “Air kiriman dari Bogor juga berpengaruh besar,” jelasnya.
Selain itu, pendangkalan Kali Angke memperparah kondisi banjir. Aliran air menjadi terhambat dan meluap ke kawasan permukiman warga.
Yusarif menyebut tanggul di wilayah tersebut tidak mengalami kerusakan. Namun, air masuk melalui rembesan saluran yang terhubung dengan sungai.
Kondisi itu menyebabkan genangan tetap terjadi di lingkungan warga. Sejumlah warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur. Namun, sebagian lainnya masih bertahan di lokasi pengungsian. “Sekitar 25 kepala keluarga masih mengungsi di RPH,” ujar Yusarif.
Ia menambahkan, warga lain mulai melakukan pembersihan rumah. Sementara itu, pengungsi bernama Een mengeluhkan minimnya bantuan logistik.
“Selama di pengungsian, bantuan masih terbatas,” kata Een.
Ia menyebut kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman belum terpenuhi.
“Baru ada nasi saja, sembako dan minuman masih kurang,” ujarnya.
Een berharap bantuan makanan rutin dapat segera disalurkan. “Harapannya ada nasi pagi dan sore supaya tidak kelaparan,” katanya.
Ia juga menyoroti kebutuhan anak-anak yang belum terpenuhi. “Anak-anak butuh obat-obatan dan vitamin,” tambahnya.
Menurutnya, ketinggian air di rumah sempat mencapai satu meter. Bahkan, air kembali naik pada malam hari setelah sempat surut.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan. Normalisasi sungai dan perbaikan drainase dinilai penting dilakukan.
Upaya itu diharapkan dapat mencegah banjir berulang di wilayah tersebut. ***









Leave a Reply