Warga Lebak Galang Dukungan Pemakzulan Bupati Hasbi

Adi Subchan - 04 April 2026

Spanduk Aliansi warga Lebak, Banten, mengajak penggalangan dana dan mendesak DPRD memakzulkan Bupati Hasbi Jayabaya. (Foto: Tribun Banten)
Spanduk Aliansi warga Lebak, Banten, mengajak penggalangan dana dan mendesak DPRD memakzulkan Bupati Hasbi Jayabaya. (Foto: Tribun Banten)

Aliansi warga Lebak, Banten, menggelar penggalangan dana dan mendesak DPRD memakzulkan Bupati Hasbi Jayabaya.

Aktual Tangerang – Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) menggelar penggalangan dana aksi di Kabupaten Lebak.

Aksi berlangsung di depan Pendopo Bupati dan DPRD Lebak, Jumat (3/4/2026). Mereka menggalang logistik untuk mendorong pemakzulan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya.

Spanduk bertuliskan “Alarm Lebak” terpasang menghadap Alun-alun Rangkasbitung. Beberapa bantuan logistik mulai terkumpul di lokasi aksi.

Inisiator aksi, Ade Surnaga, menyebut penggalangan dana sebagai bentuk tekanan politik.

“Ini bagian dari upaya mendorong pemakzulan Bupati,” ujarnya.

Ia menilai konflik antara Bupati dan Wakil Bupati telah menjadi kegaduhan publik. Menurut dia, persoalan tersebut tidak lagi bersifat pribadi.

“Ini bukan sekadar urusan personal, tapi sudah menjadi isu publik,” katanya.

Baca Juga :  Iklan Indosat Picu Polemik, Diduga Samakan Zakat dengan Penipuan

Ade juga menyinggung dugaan rendahnya kehadiran Bupati dalam bekerja. Ia merujuk pernyataan Wakil Bupati, Amir Hamzah.

“Disebutkan, Bupati hanya masuk kerja satu kali dalam sepekan,” ujarnya.

Aliansi tersebut mendesak DPRD Lebak mengambil langkah tegas. “Kami meminta DPRD segera memproses pemakzulan,” tegasnya.

Tuntutan Permintaan Maaf

Ade menyatakan Bupati harus meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat. Permintaan maaf diminta dilakukan di Alun-alun Rangkasbitung.

“Permintaan maaf harus disampaikan langsung kepada publik,” katanya.

Ia menyebut aksi penggalangan dana akan berlangsung hingga 8 April 2026.

Aliansi juga merencanakan aksi massa besar dalam waktu dekat. “Target kami sekitar 10 ribu massa akan turun,” ujarnya.

Ade turut menuding adanya sikap arogan dari Bupati. Ia mengklaim terdapat insiden pelemparan terhadap pejabat daerah.

“Informasi yang kami terima, ada pejabat yang dilempar,” katanya.

Sementara itu, akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Ail Muldi, menilai ada gejala konflik internal. Ia menyebut ketidakharmonisan terjadi di lingkaran elite politik daerah.

“Ada indikasi ketegangan di antara tokoh yang masih satu keluarga,” ujarnya.

Menurut Ail, konflik berpotensi mengganggu kinerja pemerintahan daerah. “Jika berlanjut, kinerja Pemkab Lebak bisa tidak optimal,” katanya.

Ia juga menyoroti proses transisi kepemimpinan yang dinilai tidak mulus. Transisi terjadi dari Iti Octavia Jayabaya ke Hasbi Jayabaya.

“Transisi kepemimpinan terlihat tidak berjalan mulus,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Lebak Nyaris Adu Jotos, Ini Pemicunya

Dorongan Pemakzulan Menguat

Tokoh pemuda Lebak, Rohman, turut menyerukan pemakzulan. Ia menilai pernyataan Bupati terhadap Wakil Bupati tidak pantas.

“Pernyataan tersebut merupakan bentuk penghinaan,” katanya.

Rohman juga menyinggung dugaan tindakan arogan lainnya. Ia menyebut adanya insiden kekerasan terhadap pejabat daerah.

“Informasi menyebut ada pejabat yang terluka akibat lemparan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini dapat berdampak pada kinerja ASN. “ASN bisa tertekan dan bingung menghadapi situasi ini,” katanya.

Ia mengajak masyarakat dan mahasiswa turun ke jalan.

“Kami mendorong aksi bersama untuk menyuarakan aspirasi,” ujarnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini