Lamine Yamal mengecam chant bernada Islamofobia dari suporter saat laga Spanyol vs Mesir di RCDE Stadium.
Aktual Tangerang – Timnas Spanyol gagal meraih kemenangan saat menghadapi Mesir pada laga uji coba. Pertandingan berlangsung di RCDE Stadium, Selasa (31/3/2026).
Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga peluit akhir. Spanyol tampil dominan sepanjang pertandingan.
La Furia Roja mencatatkan 25 tembakan ke gawang lawan. Sementara Mesir hanya mampu melepaskan empat percobaan.
Penguasaan bola Spanyol mencapai 61 persen sepanjang laga. Namun dominasi tersebut tidak berbuah kemenangan.
Sorotan utama justru muncul dari tribun penonton. Sejumlah suporter Spanyol melontarkan kata bernada rasis. Mereka meneriakkan kalimat yang menyinggung umat Islam.
“Siapa pun yang tidak melompat adalah Muslim,” terdengar dari tribun.
Mayoritas penduduk Mesir diketahui beragama Islam. Pihak stadion langsung memberikan peringatan melalui layar besar.
Insiden ini turut menyita perhatian publik luas. Apalagi Spanyol memiliki pemain Muslim, Lamine Yamal.
Wonderkid Barcelona itu bereaksi keras terhadap kejadian tersebut. Ia menyampaikan sikapnya melalui media sosial.
“Saya seorang Muslim, Alhamdulillah,” tulis Lamine Yamal di Instagram.
Ia menilai chant tersebut tidak pantas diucapkan di stadion. Menurutnya, tindakan itu tetap tidak sopan meski tidak ditujukan langsung.
“Saya tahu itu ditujukan kepada lawan, tetapi tetap tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.
Yamal juga menyoroti penggunaan agama sebagai bahan ejekan. Ia menyebut tindakan tersebut mencerminkan sikap rasis.
“Menggunakan agama sebagai lelucon membuat Anda terlihat bodoh dan rasis,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa sepak bola harus menjadi ruang kebersamaan. Bukan tempat untuk merendahkan identitas seseorang.
“Sepak bola harus dinikmati, bukan untuk menghina keyakinan,” ucap Yamal.
Meski kecewa, ia tetap mengapresiasi dukungan suporter yang positif. Ia menutup pernyataannya dengan harapan tampil di Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Kepolisian Catalunya mulai menyelidiki insiden tersebut. Pemerintah Spanyol juga mengecam keras tindakan suporter.
Beberapa pejabat menyampaikan kritik melalui media sosial. Mereka menilai insiden itu mencoreng nilai sportivitas sepak bola.
Federasi Sepak Bola Spanyol terancam terkena sanksi. Keputusan akan bergantung pada laporan wasit pertandingan.
Wasit asal Bulgaria, Georgi Kabakov, menjadi penentu dalam laporan resmi.
Kode Disiplin FIFA membuka kemungkinan sanksi tegas. Salah satunya penutupan sebagian stadion pada laga berikutnya. Selain itu, federasi juga terancam denda finansial. ***











Leave a Reply