Tumpukan sampah sepanjang 15 meter di Jatiuwung, Tangerang, mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga usai Lebaran.
Aktual Tangerang – Tumpukan sampah mengular di Jalan Industri VIII, Pasir Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (30/3/2026).
Panjang timbunan diperkirakan mencapai sekitar 15 meter.
Sebagian badan jalan tertutup sampah sehingga akses kendaraan menjadi menyempit. Arus lalu lintas pun tersendat, terutama saat kendaraan berpapasan.
Jenis sampah didominasi limbah rumah tangga, seperti plastik, sisa makanan, hingga potongan kayu. Sejumlah titik memperlihatkan sampah membusuk dengan warna menghitam.
Bau menyengat tercium dari kejauhan dan mengganggu aktivitas warga sekitar. Kondisi tersebut juga memicu munculnya lalat dan tikus dari tumpukan sampah.
Air lindi berwarna hitam terlihat mengalir dari tumpukan menuju area sekitar jalan. Cairan tersebut memperparah kondisi lingkungan yang sudah tercemar.
Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melintas di lokasi. Beberapa pengendara sepeda motor tampak menutup hidung karena bau tidak sedap.
Warga setempat, Yusuf (41), menyebut penumpukan terjadi setelah Lebaran.
“Sebelum puasa masih relatif bersih, setelah Lebaran mendadak menumpuk,” ujar Yusuf.
Ia mengaku kondisi tersebut menghambat pekerjaannya yang sedang melakukan pengecoran jalan.
“Bau menyengat dan jalan sempit membuat pekerjaan jadi terganggu,” katanya.
Meski demikian, Yusuf tetap bekerja dengan menyesuaikan kondisi lapangan. “Kami geser sampah sedikit demi sedikit agar tetap bisa bekerja,” ucapnya.
Warga lain, Bayu, menyebut lokasi itu bukan tempat pembuangan resmi.
“Karena tidak ada TPS, warga akhirnya membuang sampah di sini,” kata Bayu.
Ia menambahkan, sampah berasal dari warga lokal hingga luar wilayah.
“Sudah dua minggu tidak diangkut, bahkan dari kabupaten juga buang ke sini,” ujarnya.
Bayu berharap pemerintah menyediakan solusi jangka panjang bagi persoalan tersebut.
“Perlu TPS dan pengawasan ketat agar tidak terulang,” katanya.
Lurah Pasir Jaya, Ardi Irawan, memastikan penanganan segera dilakukan.
“Kami akan membersihkan lokasi dan menutup akses pembuangan mulai 1 April,” ujar Ardi.
Ia menegaskan sistem pengelolaan akan dikembalikan ke mekanisme transit.
“Gerobak sampah akan menunggu pengangkutan oleh dump truck,” katanya. ***









Leave a Reply