Hemat Energi, Pemerintah bakal Terapkan Belajar Secara Daring Lagi

Adi Subchan - 19 March 2026

Pemerintah menerapkan penghematan energi akibat kenaikan harga minyak dunia, termasuk penyesuaian sistem belajar daring dan luring mulai April 2026. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Pemerintah menerapkan penghematan energi akibat kenaikan harga minyak dunia, termasuk penyesuaian sistem belajar daring dan luring mulai April 2026. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Pemerintah menerapkan penghematan energi akibat kenaikan harga minyak dunia, termasuk penyesuaian sistem belajar daring dan luring mulai April 2026.

Aktual Tangerang – Pemerintah berencana akan menerapkan penghematan energi menyusul kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk kegiatan belajar mengajar.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menjelaskan langkah tersebut. Ia menyebut efisiensi energi diterapkan di perkantoran dan sekolah.

Menurutnya, metode pembelajaran akan disesuaikan mulai April 2026. Penyesuaian dilakukan antara sistem daring dan luring.

“Pembelajaran praktikum tetap dilakukan secara tatap muka,” ujar Pratikno di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Ia memastikan kebijakan ini tidak mengganggu proses belajar. Pelayanan publik juga diklaim tetap berjalan normal.

“Langkah ini tidak menimbulkan dampak negatif berlebihan bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Tiadakan Open House Lebaran 2026

Pratikno menjelaskan kebijakan disusun berbasis data dan pengalaman pandemi. Pemerintah mengacu pada pengaturan mobilitas saat COVID-19.

Ia menambahkan terdapat lima strategi utama penghematan energi. Pertama, penerapan kerja fleksibel bagi ASN.

Kedua, penguatan penggunaan platform digital. Dan, ketiga, pembatasan perjalanan dinas.

Sementara, keempat, efisiensi energi gedung perkantoran. Dan, kelima, penyesuaian metode pembelajaran sesuai mata pelajaran.

“Kebijakan ini diharapkan berjalan efektif dan menjaga layanan publik tetap optimal,” ujarnya.

Pemerintah menghadapi tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak dilaporkan menembus USD100 per barel.

Kenaikan dipicu konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah.

Konflik tersebut berdampak pada jalur distribusi minyak global. Salah satunya di Selat Hormuz. ***

Baca Juga :  Dishub Tangsel Rencanakan Tambah 10 Bus Sekolah Gratis

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini