Pemkot Jakarta Selatan menyiapkan relokasi korban kebakaran Bintaro ke rumah susun setelah Idul Fitri.
Aktual Tangerang – Pemkot Jakarta Selatan bergerak cepat menangani dampak kebakaran di Bintaro. Peristiwa terjadi di RW 09, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Sabtu (14/3).
Kebakaran tersebut menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Pemkot Jaksel segera menyiapkan rencana relokasi bagi para penyintas.
Relokasi diarahkan ke rumah susun (rusun) yang dinilai lebih layak huni. Pemindahan diperkirakan dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri 2026.
Pemkot memberi waktu bagi warga mempersiapkan kebutuhan relokasi. Langkah ini bertujuan memastikan hunian yang aman dan stabil bagi warga terdampak.
Wali Kota Jaksel, Muhammad Anwar, menegaskan komitmen pemerintah membantu warga.
“Kami memastikan warga terdampak mendapat penanganan dan dukungan maksimal,” ujar Anwar.
Ia menyebut bantuan dasar telah disalurkan kepada para penyintas. Pemkot juga terus memberikan dukungan lanjutan bagi warga terdampak.
Kebakaran melanda Jalan Bintaro Permai 3 RT 13/RW 09 pada Sabtu pagi. Sebanyak 10 rumah dan dua lapak dilaporkan hangus terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material dinilai cukup besar bagi warga setempat.
Data mencatat sebanyak 74 keluarga terdampak kebakaran. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 167 jiwa.
Sebagian penyintas memiliki KTP DKI Jakarta. Sisanya berasal dari luar wilayah DKI Jakarta.
Perbedaan domisili menjadi perhatian dalam proses bantuan dan relokasi. Namun pemerintah memastikan seluruh warga tetap menerima bantuan.
Suku Dinas Sosial dan BPBD Jaksel menyalurkan bantuan dasar. Kebutuhan pokok disediakan untuk mendukung kehidupan sementara warga.
Pada Selasa (17/3), bantuan uang diberikan kepada warga terdampak.bSetiap kepala keluarga menerima Rp2 juta untuk biaya sewa sementara.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga. Warga dapat menyewa tempat tinggal sambil menunggu relokasi permanen.
Anwar menjelaskan relokasi akan dilakukan ke rumah susun. “Setelah Idul Fitri, warga akan dipindahkan ke hunian yang lebih layak,” katanya.
Pemerintah juga mempertimbangkan aspek pendidikan anak-anak penyintas. Sekolah akan disesuaikan dengan lokasi hunian baru.
Pemkot Jaksel menegaskan hadir langsung di lokasi kejadian. Pemerintah memastikan pelayanan dan bantuan berjalan optimal. “Pemerintah hadir agar warga bisa segera bangkit,” ujar Anwar.
Koordinasi lintas instansi dinilai berjalan efektif dalam penanganan bencana ini. Mulai dari bantuan darurat hingga rencana relokasi jangka panjang.
Pemerintah menargetkan pemulihan kondisi warga secepat mungkin. Relokasi diharapkan memberi kualitas hunian yang lebih baik.
Langkah ini menjadi bagian komitmen penyediaan hunian layak bagi warga. Penyintas diharapkan dapat menata kembali kehidupan mereka ke depan. ***









Leave a Reply