Pemerintah Buka Tender Proyek PSEL Tangerang, Berminat?

Adi Subchan - 15 March 2026

Urusan Sampah
BPI Danantara buka tender PSEL tahap kedua di 14 lokasi, termasuk Tangerang dan Jakarta, menanggapi permasalahan sampah. (Foto: Dok Pemkot Tangsel/Ilustrasi)

BPI Danantara buka tender PSEL tahap kedua di 14 lokasi, termasuk Tangerang dan Jakarta, menanggapi permasalahan sampah.

Aktual Tangerang – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka tender proyek PSEL tahap kedua.

Tender mencakup 14 lokasi, salah satunya Kota Tangerang.

Selain Tangerang, tiga fasilitas PSEL di Jakarta termasuk Bantargebang juga ikut proyek ini.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan tahap kedua menambah 10 wilayah baru.

“Tambahkan tiga lokasi di Jakarta, termasuk Bantargebang. Kita harus mempercepat proses pembangunan PSEL,” ujar Zulhas, Kamis (12/3/2026).

Fasilitas PSEL Bantargebang direncanakan mampu olah 3.000 ton sampah per hari. Jumlah ini terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton timbunan sampah lama.

Fasilitas di Tanjungan memiliki kapasitas 2.000 ton per hari dengan lahan 8 hektare. Sementara PSEL di Sunter mampu mengolah 2.000 ton sampah setiap hari.

“Pada tahap kedua ini, kami akan kejar pembangunan 14 PSEL baru,” kata Zulhas.

Baca Juga :  Tak hanya Sampah, Tangsel Juga Darurat Jalan Berlubang

Sebelumnya, Danantara telah menyelesaikan tender untuk empat lokasi: Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta.

Groundbreaking tahap pertama dijadwalkan mulai Juni 2026, dengan target sebagian operasional 2027.

Empat fasilitas lain akan mulai beroperasi awal 2028, sisanya menyusul pertengahan 2028. “Janji kami, akhir 2027, waste to energy sudah ada yang berjalan,” tegas Zulhas.

Dengan langkah ini sekaligus menanggapi peristiwa longsor sampah di Bantargebang yang menewaskan tujuh orang.

Data KLH menunjukkan timbunan sampah Jakarta mencapai 9.180,98 ton per hari. Hanya 2.888,81 ton atau 31 persen dari sampah Jakarta yang terkelola.

Tender pertama dimenangkan dua perusahaan China untuk Bekasi dan Denpasar Raya. Wangneng Environment Co., Ltd. ditunjuk mengelola fasilitas Bekasi dan Zhejiang Weiming untuk Denpasar.

Kepala Investasi Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut seleksi operator berlangsung ketat dan profesional.

“Pengumuman hari ini penting untuk memastikan fasilitas WTE dikelola dengan standar tinggi,” ujar Pandu beberapa waktu lalu.

Program WTE dirancang menekan ketergantungan kota pada TPA sekaligus menghasilkan listrik bersih.

Danantara akan bekerjasama dengan pihak lokal untuk memastikan proyek sesuai target dan standar. “Kolaborasi ini menghadirkan kemajuan nyata dalam pengurangan sampah dan energi bersih,” kata Pandu.

Baca Juga :  Pembangunan Sudah 95 Persen, PSEL TPA Jatiwaringin Siap Digunakan

Operator internasional diwajibkan menggandeng mitra lokal agar transfer teknologi berjalan maksimal. Pandu menegaskan keterlibatan masyarakat sekitar penting untuk keberhasilan PSEL.

“Proyek ini tidak hanya bermanfaat lingkungan, tapi juga menciptakan nilai sosial,” katanya.

Danantara menekankan pengelolaan PSEL harus aman, transparan, dan sesuai regulasi.

Baru-baru ini, proyek PSEL Bogor Raya diumumkan, dijalankan Zhejiang Weiming Environment Protection.

“Penandatanganan hari ini langkah penting mewujudkan solusi pengelolaan sampah terintegrasi,” ujar Pandu.

Danantara akan terus mendorong solusi pengelolaan sampah di seluruh daerah, menciptakan manfaat jangka panjang. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini