Menpora Erick Thohir mengecam kasus kekerasan seksual terhadap atlet kickboxing Jawa Timur dan menegaskan dunia olahraga harus aman bagi atlet.
Aktual Tangerang – Dugaan kekerasan seksual kembali mencuat di dunia olahraga Indonesia.
Kasus terbaru datang dari cabang olahraga kickboxing yang diungkap atlet putri Jawa Timur berinisial VAP (24).
Pengakuan itu disampaikan VAP melalui unggahan di media sosial pribadinya. Ia mengaku memendam pengalaman pahit tersebut selama bertahun-tahun.
“Aku memendam kejadian ini sejak lama karena takut bersuara,” tulis VAP dalam unggahannya.
Menurutnya, pelaku memiliki jabatan penting di organisasi olahraga. “Aku hanya atlet yang seharusnya fokus berprestasi, tetapi luka ini semakin berat,” ujarnya.
Kasus tersebut kini ditangani Polda Jawa Timur. Polisi telah menetapkan WPC sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual.
WPC diketahui merupakan pelatih sekaligus pengurus kickboxing di Jawa Timur.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyatakan dunia olahraga harus melindungi atlet dari segala bentuk kekerasan.
“Cerita atlet kickboxing itu membuat kita semua terluka,” kata Erick.
Ia mengaku merasakan kepedihan saat membaca perjuangan korban mencari keadilan.
“Saya menghargai keberanian korban yang akhirnya berani bersuara,” ujarnya.
Erick menilai tindakan pelaku mencederai nilai kemanusiaan dalam olahraga. “Pelatih seharusnya melindungi dan membina atlet, bukan menyalahgunakan kekuasaan,” tegasnya.
Ia menyoroti pola kekerasan yang melibatkan relasi kuasa antara pelatih dan atlet. “Dua kasus terakhir menunjukkan pelatih menyalahgunakan kewenangannya terhadap atlet,” jelas Erick.
Menurutnya, praktik tersebut tidak boleh ditoleransi dalam dunia olahraga. “Olahraga harus menjadi ruang aman dan bermartabat bagi semua atlet,” katanya.
Erick berharap proses hukum berjalan transparan dan adil bagi korban.
Ia juga menegaskan sanksi berat bagi pelaku kekerasan di lingkungan olahraga. “Pelaku kekerasan tidak boleh lagi terlibat dalam dunia olahraga seumur hidup,” ujarnya.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkomitmen memperkuat perlindungan atlet. Langkah tersebut dilakukan bersama organisasi olahraga dan pemangku kepentingan.
“Kita harus menciptakan lingkungan olahraga yang aman dan berintegritas,” kata Erick.
Ia menegaskan atlet harus berprestasi tanpa rasa takut. “Kita bangun sistem dukungan agar atlet terlindungi sepenuhnya,” pungkasnya. ***











Leave a Reply