Hujan terus merusak jalanan di Tangerang Selatan. SDABMBK Tangsel berupaya memperbaiki kerusakan meski ada kendala cuaca.
Aktual Tangerang – Hujan terus menerus sejak awal tahun mulai berdampak pada jalanan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kerusakan terlihat jelas, mulai dari aspal yang mengelupas hingga munculnya lubang besar. Genangan air mempercepat kerusakan jalan yang sebelumnya hampir tak terlihat.
Bagi sebagian orang, kerusakan ini mungkin hanya gangguan perjalanan. Namun, bagi pengendara roda dua, lubang bisa berbahaya. Dalam hitungan detik, jalan rusak berubah menjadi ancaman keselamatan.
Beberapa ruas jalan di Ciputat hingga perbatasan Depok kini menjadi sorotan. Jalur yang menghubungkan warga antarwilayah tersebut semakin memprihatinkan, bukan karena macet, tetapi kerusakan infrastrukturnya.
Kondisi ini memicu berbagai kritik dari warga. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel mengambil langkah tegas dengan terjun langsung ke lapangan.
“Kami tidak hanya menunggu laporan. Kami memastikan kondisi jalan secara langsung,” ungkap Kepala Dinas SDABMBK Tangsel, Robbi Cahyadi, Selasa (24/2/2026).
Menurut data Dinas SDABMBK, sejak Januari hingga 5 Februari 2026, tercatat 24 laporan kerusakan jalan. Ini meliputi 8 ruas jalan kota, 5 ruas jalan provinsi, 4 jalan milik pengembang, dan 6 jalan nasional.
“Sebagian besar kerusakan berada di luar kewenangan kami. Namun, kami tetap berupaya melakukan koordinasi intensif untuk mempercepat perbaikan,” jelas Robbi.
Kerusakan jalan seperti di Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Otista Raya mempengaruhi mobilitas warga. Pemerintah terus berupaya dengan mendokumentasikan kerusakan dan menyusun laporan teknis yang disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum.
“Pada 2 Februari dan 6 Februari 2026, BPJN mulai menangani beberapa ruas jalan, meski perbaikan permanen masih menunggu kondisi cuaca yang mendukung,” tambah Robbi.
Cuaca menjadi tantangan utama dalam proses perbaikan. Proses pengaspalan harus dilakukan pada permukaan yang kering agar hasilnya tahan lama. Hujan yang terus mengguyur menghambat proses tersebut.
“Perbaikan jalan idealnya dilakukan saat cuaca cerah. Jika dipaksakan dalam kondisi basah, kualitasnya akan menurun,” jelasnya.
Di ruas-ruas jalan yang menjadi kewenangan kota, tim SDABMBK terus melakukan langkah-langkah sementara. Mereka menutup lubang berisiko, meratakan permukaan tajam, dan memprioritaskan titik rawan kecelakaan.
“Kami tidak hanya menunggu cuaca baik. Langkah-langkah sementara kami lakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan,” tambah Robbi.
Keselamatan Pengendara di Jalan
SDABMBK juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintas setelah hujan deras. Mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dapat membantu mencegah kecelakaan.
“Jalan adalah urat nadi kota. Jika terganggu, mobilitas ikut tersendat. Kami berkomitmen untuk memastikan jalan tetap laik dilalui,” tegas Robbi.
Pemkot Tangsel terus berupaya memperbaiki infrastruktur jalan meskipun ada keterbatasan kewenangan dan anggaran. Perbaikan permanen akan dilakukan saat cuaca memungkinkan. (Penulis: Robby Kurniawan)








Leave a Reply