Kades Cipendeuy membantah tudingan gedung Kopdes Merah Putih dibangun di lahan kuburan. Warga menyebut pembangunan dilakukan tanpa musyawarah.
Aktual Tangerang – Kepala Desa Cipendeuy, Feni Permatasari, buka suara terkait pembangunan gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Pembangunan tersebut berlokasi di Desa Cipendeuy, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Warga menilai pembangunan gedung KDMP menggunakan lahan yang selama ini dijadikan tempat pemakaman umum (kuburan).
Menanggapi hal itu, Feni menegaskan lahan tersebut merupakan milik Perhutani. Ia menyebut Perhutani tidak pernah mewakafkan atau menghibahkan tanah tersebut kepada masyarakat.
“Tanah tersebut milik Perhutani dan Asper, tidak pernah ada wakaf atau hibah,” kata Feni, Selasa (10/2/2026).
Feni menjelaskan keterangan itu diperoleh dari Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Ia juga mengklaim lokasi pembangunan tidak berada di area makam warga.
“Menurut Ketua LMDH, lokasi Kopdes Merah Putih tidak berada di makam dan jaraknya cukup jauh,” ujarnya.
Namun, Feni mengakui terdapat beberapa makam di sekitar area pembangunan. “Di dekat pohon kaung memang ada sekitar empat makam,” katanya.
Saat ditanya terkait musyawarah dengan warga, Feni tidak memberikan jawaban.
Kronologi Keberatan Warga
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan lahan pembangunan telah diratakan. Lokasi tersebut terlihat bersebelahan langsung dengan area pemakaman warga.
“Pemakaman yang kami jaga rusak karena adanya program Kopdes Merah Putih,” ujar perekam video, Senin (9/2/2026).
Ia mempertanyakan alasan pembangunan menggunakan lahan pemakaman. “Kenapa makam yang dirusak, padahal masih banyak lahan kosong,” katanya.
Menurutnya, sejumlah makam terdampak akibat aktivitas pembangunan gedung Kopdes Merah Putih.
“Ini makam sudah ratusan tahun digunakan warga Cilajim dan Cikadu,” ujarnya.
Ia juga menyebut pohon-pohon besar di sekitar makam ditebang. “Pohon ditebang, makam tergeser, masyarakat jadi bingung,” katanya.
Perekam video mengaku tidak ada musyawarah dengan warga sebelum pembangunan dimulai. “Tidak pernah ada musyawarah, tahu-tahu sudah digarap,” ujarnya.
Warga Cikadu membenarkan lokasi gedung KDMP berada di area pemakaman. “Iya benar, bangunannya di lahan makam,” kata warga, Senin (9/2/2026).
Ia juga menyebut adanya aksi protes warga di kantor desa.
“Tadi ada warga demo karena tidak ada musyawarah,” pungkasnya. ***









Leave a Reply