Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menekankan pentingnya dai humanis dalam pelatihan Dai Ambassador Dompet Dhuafa.
Aktual Tangerang – Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menilai dunia membutuhkan dai yang mampu membangun dialog lintas budaya.
Ia menyebut dakwah harus merawat persaudaraan dan menghadirkan nilai Islam yang ramah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Maryono, dakwah ideal mengedepankan keteladanan, empati, dan kepekaan terhadap persoalan sosial masyarakat.
Ia menegaskan kekuatan keilmuan saja tidak cukup tanpa kehadiran dai yang menenangkan dan dipercaya umat.
“Dai harus hadir sebagai figur yang menyejukkan di tengah dinamika masyarakat global,” ujar Maryono Hasan.
Maryono menyampaikan hal itu saat membuka pelatihan Dai Ambassador Dompet Dhuafa di Kota Tangerang. Pelatihan tersebut diikuti 20 peserta dan berlangsung pada 9 hingga 13 Februari 2026.
Ia menyoroti tantangan dai ambassador yang bertugas di negara dengan latar budaya berbeda. “Para dai akan menghadapi keragaman budaya dan persoalan sosial yang kompleks,” katanya.
Ia menambahkan dakwah masa kini menuntut pendekatan yang lebih manusiawi dan inklusif. Menurutnya, dai tidak hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga menjadi pendengar dan penopang harapan umat.
Maryono menilai program Dai Ambassador sebagai langkah strategis menyiapkan dai berkarakter kuat. Program ini dinilai penting menjelang Ramadan sebagai momentum peningkatan kepedulian sosial.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka, peduli, dan hadir bagi sesama,” ujar Maryono.
Ia berharap nilai tersebut dibawa para dai saat bertugas di tengah masyarakat. Maryono mengajak peserta menjadikan pelatihan sebagai ruang pembentukan karakter dan keikhlasan.
Ia menekankan peran dai sebagai perekat sosial dalam keberagaman masyarakat global.
“Jadilah dai yang dirindukan karena akhlak dan keteladanan, bukan sekadar ceramah,” pungkasnya. ***









Leave a Reply